Portalone.net – Sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta masih tampak lengang meski perayaan Tahun Baru Imlek tinggal hitungan hari. Lalu-lalang pengunjung terlihat belum seramai periode yang biasanya identik dengan belanja kebutuhan hantaran, busana bernuansa merah, hingga perlengkapan rumah.
Pantauan di beberapa mal di Jakarta pada siang hingga sore hari, Rabu (11/2/2026), menunjukkan koridor pertokoan belum dipenuhi keramaian. Area kuliner memang tetap menjadi titik yang paling hidup, tetapi kepadatan cenderung terkonsentrasi pada jam makan.
“Biasanya mendekati Imlek sudah ramai cari baju atau hampers. Ini masih santai, mungkin orang nunggu weekend,” ujar Rani (27), pengunjung yang ditemui di salah satu mal kawasan Kelapa Gading.
Menunggu Momen “Peak” di Akhir Pekan
Sejumlah pegawai toko menyebut pola kunjungan yang cenderung menumpuk di akhir pekan menjadi salah satu alasan suasana mal masih relatif sepi pada hari kerja. Selain itu, banyak pelanggan disebut baru mulai berbelanja setelah memastikan jadwal kumpul keluarga atau acara perayaan.
“Untuk weekday masih sepi. Yang tanya-tanya ada, tapi yang transaksi belum banyak. Biasanya H-3 sampai H-1 baru terasa,” kata Dian, pramuniaga gerai.
Di gerai aksesori dan pernak-pernik Imlek, beberapa tenant mulai menata produk seperti lampion, ornamen pintu, serta amplop angpao. Meski demikian, pergerakan pembeli masih terbatas.
Persaingan dengan Belanja Daring
Pelaku usaha juga menilai kebiasaan belanja daring turut memengaruhi jumlah pengunjung yang datang lebih awal ke mal. Konsumen dinilai kerap membandingkan harga dan menunggu promo tertentu sebelum memutuskan membeli.
“Banyak yang sudah cek di online dulu. Kalau di mal, mereka cari yang bisa langsung dibawa pulang atau yang kualitasnya mau dilihat langsung,” ujar Andi, penjaga toko perlengkapan rumah.
Namun, ia menambahkan mal tetap punya keunggulan untuk kategori tertentu, seperti pakaian, sepatu, kue-kue premium, hingga hampers yang membutuhkan pengecekan fisik.
Mal Genjot Program Imlek
Pihak pengelola mal umumnya menyiapkan rangkaian acara untuk menarik kunjungan, mulai dari dekorasi bernuansa merah-emas, bazar tematik, hingga pertunjukan barongsai pada akhir pekan. Beberapa mal juga menambah program diskon bertahap dan hadiah langsung untuk pembelanjaan minimal tertentu.
“Pengunjung biasanya naik saat acara berlangsung. Jadi kami fokus di weekend, karena keluarga cenderung datang ramai-ramai,” ujar seorang perwakilan manajemen mal.
Sementara itu, tenant makanan dan minuman cenderung lebih stabil dibanding gerai fesyen. Di beberapa area kuliner, kursi terisi bergantian, terutama pada jam makan siang dan malam.
Pedagang Berharap Pergerakan Menguat
Meski suasana masih relatif sepi, pedagang berharap tren kunjungan segera meningkat menjelang perayaan. Produk yang paling dicari umumnya adalah busana bernuansa merah, kue-kue khas, paket hampers, serta kebutuhan dekorasi rumah.
“Biasanya orang belanja mendekati hari H. Kalau keluarga sudah fix kumpul, baru beli hampers. Mudah-mudahan weekend ini naik,” kata Siska, pemilik usaha hampers yang membuka stan musiman.
Di sisi lain, beberapa pengunjung mengaku memilih datang lebih awal untuk menghindari keramaian puncak. “Kalau bisa beli sekarang ya mending sekarang, biar enggak berebut,” ujar Rani.
