Portalone.net – Presiden Republik Rakyat China sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Komunis China (PKC), Xi Jinping, melakukan perombakan besar-besaran pada susunan kepemimpinan di komando teater Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Langkah drastis ini dikonfirmasi menyusul Sidang Pleno Kelima PKC yang memutuskan pemecatan terhadap 33 anggota partai, termasuk 16 perwira tinggi militer.
Berdasarkan laporan South China Morning Post (SCMP), jajaran perwira tinggi yang didepak dari jabatannya meliputi sejumlah tokoh penting militer, di antaranya mantan komisaris politik Komando Teater Timur Liu Qingsong, mantan komandan Komando Teater Utara Huang Ming, serta mantan komandan Komando Teater Barat Wang Haijiang.
Pemecatan massal ini menegaskan bahwa kampanye pembersihan anti-korupsi yang digencarkan oleh Xi Jinping kini telah menyasar nyaris seluruh jajaran komandan dan komisaris politik di tingkat strategis militer. Komando-komando teater tersebut memegang peranan krusial sebagai jantung kesiapan perang PLA, yang bertanggung jawab penuh atas pengerahan, pelatihan, serta pengarahan operasional pasukan di berbagai wilayah strategis.
Sepanjang tahun lalu, kekosongan kepemimpinan di komando-komando utama tersebut sempat diselimuti ketidakpastian. Namun, kemunculan sembilan jenderal baru dalam sidang pleno beserta lencana identifikasi unit masing-masing memberikan kejelasan terkait suksesi kepemimpinan militer China.
Berdasarkan protokol penempatan kursi dalam sidang pleno, sejumlah perwira tinggi ditunjuk untuk mengisi posisi strategis, meski belum dipastikan apakah penunjukan tersebut bersifat sementara atau definitif.
Wilayah yang memegang tanggung jawab atas keamanan di sepanjang perbatasan sensitif China-India ini kini menghadirkan Letnan Jenderal Wen Junfei sebagai calon komandan pengganti, didukung oleh Letnan Jenderal Zhang Shaoying sebagai komisaris politik.
Bermarkas di Shenyang dengan cakupan wilayah strategis meliputi Semenanjung Korea, Laut Kuning, Laut Jepang, serta koordinasi latihan gabungan bersama Rusia, posisi komandan dipercayakan kepada Letnan Jenderal Peng Jingtang, sementara Laksamana Madya Li Dongyou mengisi posisi komisaris politik.
Para jenderal yang mengisi kekosongan jabatan ini terpantau belum menduduki kursi di Komite Sentral. Kendati demikian, pengamat memperkirakan mereka berpeluang besar untuk diangkat secara resmi sebagai anggota komite pada kongres partai yang dijadwalkan tahun depan. Perombakan radikal ini sekaligus memperlihatkan cengkeraman kekuasaan Xi Jinping yang semakin kuat dalam merestrukturisasi komando pertahanan nasional China.

