Portalone.net – Pergerakan pemudik yang menggunakan moda transportasi udara mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. Memasuki gelombang kedua puncak arus mudik 2026, ribuan calon penumpang terpantau memadati area terminal sejak Rabu (18/3/2026) dini hari.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 02.50 WIB, Terminal 1B mulai disesaki penumpang yang hendak melakukan proses check-in dan bagasi. Antrean panjang tampak mengular di sejumlah konter, mencerminkan tingginya antusiasme warga untuk pulang ke kampung halaman lebih awal.
Kepadatan ini berdampak pada durasi antrean yang cukup menyita waktu. Berdasarkan pengamatan, rata-rata calon penumpang harus menghabiskan waktu sekitar 20 menit hanya untuk mencapai bagian tengah barisan antrean check-in.
Kondisi ini membuat sejumlah penumpang memilih untuk beristirahat sejenak di kursi tunggu sebelum memutuskan bergabung dalam antrean panjang tersebut.
Salah satu pemudik yang akan terbang menuju Medan mengaku sengaja tiba di bandara jauh lebih awal untuk mengantisipasi kepadatan.
“Sengaja ambil penerbangan pagi supaya kemungkinan delay lebih kecil. Biasanya pesawat pertama sudah standby di bandara, jadi jadwalnya lebih terprediksi. Kalau sudah siang biasanya lebih padat,” ujarnya saat ditemui di sela-sela antrean drop bagasi.
Ia menambahkan, keputusan untuk mudik hari ini diambil tepat setelah masa kerjanya berakhir. “Kemarin masih kerja, baru libur hari ini, jadi langsung berangkat,” tuturnya.
Prediksi 143,9 Juta Perjalanan
Lonjakan penumpang di Bandara Soetta ini sejalan dengan prediksi pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebutkan bahwa total pergerakan masyarakat pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta perjalanan.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, Jawa Tengah dan Jawa Timur tetap menjadi destinasi utama, disusul oleh Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.
Pemerintah memprediksi puncak arus mudik 2026 terjadi dalam dua gelombang:







