General Manager Kantor Cabang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, menyebut jumlah personel tersebut mencakup dukungan layanan operasional, fasilitas (facility), hingga pengamanan perimeter. Untuk mempercepat layanan dan mengurai antrean, Soetta menambah kekuatan petugas sekitar 4,6% dari kondisi harian atau sekitar 160 orang tiap shift, ditempatkan di titik-titik layanan yang rawan kepadatan.
Dari sisi kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, bandara melakukan pengecekan menyeluruh pada infrastruktur, termasuk uji coba kelistrikan bersama PLN (simulasi pemadaman/shutdown lalu pengetesan kembali), memastikan pasokan utama dan cadangan tetap aman. Selain itu, sejumlah titik rawan genangan diperkuat melalui pengoperasian pompa, termasuk penambahan 10 pompa floating berkapasitas 3.000 liter/menit serta 12–15 pompa yang disiagakan di area rawan.
Secara nasional, InJourney Airports (PT Angkasa Pura Indonesia) juga menyatakan kesiapan 37 bandara yang dikelola melalui penguatan personel, fasilitas, teknologi informasi, dan posko terpadu yang direncanakan berjalan 18 Desember 2025–4 Januari 2026. Periode puncak arus diperkirakan terjadi pada 20–21 Desember 2025, sementara arus balik pada 3–4 Januari 2026.
Sementara itu, untuk mengantisipasi antrean penumpang internasional, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menyiagakan 570 petugas dalam 4 shift, ditempatkan di autogate hingga konter manual. Imigrasi mencatat sekitar 70% penumpang menggunakan autogate, dan turut menambah dukungan layanan seperti koridor gate, perangkat mobilitas cepat (segway autopad), serta bodycam.
Imbauan untuk penumpang: datang lebih awal, pantau informasi penerbangan dari maskapai/bandara, dan bagi pelaku perjalanan internasional manfaatkan kanal/fitur prapengisian data yang diminta otoritas agar proses kedatangan lebih lancar. (one)
Post Views: 42