Portalone.net – Pemerintah Provinsi Jambi menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tak main-main, perputaran uang dari program besutan Badan Gizi Nasional (BGN) ini mencapai miliaran rupiah per hari yang langsung mengalir ke kantong petani hingga pelaku usaha lokal di Jambi.
Hal itu ditegaskan Gubernur Jambi Al Haris dalam Rapat Konsolidasi Pelaksanaan MBG di BW Luxury Hotel, Sabtu (2/5/2026). Hadir dalam acara tersebut Wakil Kepala BGN Irjen Pol (Purn) Sony Sanjaya beserta jajaran Satgas MBG kabupaten/kota.
Ekonomi Rakyat ‘Mendidih’
Al Haris mengungkapkan, Program MBG bukan sekadar soal pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, tapi juga mesin penggerak ekonomi baru. Saat ini, tercatat ada 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah eksis di Jambi.
“Produk pertanian dan peternakan kita sekarang lebih banyak terserap di dalam daerah. Dulu banyak yang jual keluar, sekarang cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini sangat membantu perekonomian daerah,” ujar Al Haris.
Senada dengan Gubernur, Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya membeberkan angka fantastis terkait perputaran uang program ini di Jambi. Dengan total 446 ribu penerima manfaat, anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 7,2 miliar setiap harinya.
Berikut rincian serapan dana harian MBG di Jambi:
-
Rp 4,1 Miliar: Belanja bahan pangan lokal (beras, ayam, telur, sayur, buah).
-
Rp 963,5 Juta: Honor untuk 9.635 tenaga kerja dan relawan.
-
Rp 881,5 Juta: Biaya operasional (air, gas, BBM, hingga APD).
“Uang ini sepenuhnya mengalir di tingkat bawah karena SPPG ada di desa-desa. Dana masuk ke petani, peternak, dan pedagang di pasar. Ini yang menggerakkan ekonomi rakyat,” tegas Sony.
Wanti-wanti Mafia Pasokan
Meski anggaran melimpah, Sony memberikan peringatan keras. Ia meminta Satgas MBG memastikan tidak ada “main mata” atau rekayasa dalam rantai pasok pangan.
“Jangan sampai ada rekayasa koperasi atau pengadaan yang tidak sesuai ketentuan. SPPG wajib menyerap produk lokal,” katanya.
Baca Juga:
Ia juga mengingatkan urutan prioritas penerima manfaat agar tidak tertukar. Sasaran utama tetap pada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam 1.000 hari pertama kehidupan, baru kemudian menjangkau peserta didik.
Pantau Lewat Aplikasi
Untuk menjaga kualitas, BGN akan merilis sistem evaluasi berbasis aplikasi mulai pekan depan. Lewat aplikasi ini, masyarakat atau penerima manfaat bisa langsung memberikan rating atau komplain terkait:
-
Ketepatan waktu distribusi.
-
Aroma dan rasa makanan.
-
Variasi menu.
-
Kesesuaian standar operasional (SOP).
Dorong Kemandirian Pangan
Di sisi lain, Pemprov Jambi masih punya PR besar soal pasokan beras yang saat ini baru mencukupi 71 persen kebutuhan mandiri. Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, menyatakan pihaknya akan mendorong gerakan pangan kreatif untuk menutupi celah tersebut.
“Kami mendorong pemberdayaan masyarakat seperti urban farming, rooftop gardening, hingga pengembangan desa tematik untuk menjamin ketersediaan bahan pangan bagi SPPG,” pungkas Sudirman.






