Portalone.net – Gelombang unjuk rasa besar-besaran di Prancis berujung pada eskalasi kekerasan, pembakaran, dan penjarahan massal sepanjang akhir pekan. Pemerintah Prancis melaporkan lebih dari 1.800 orang telah ditangkap dalam bentrokan yang meluas di berbagai kota besar, termasuk Paris, Marseille, Lyon, dan Bordeaux.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, dalam keterangannya melalui platform X pada Minggu (18/10), menyatakan bahwa proses penyelidikan kini tengah dikebut untuk mengidentifikasi para pelaku agar dapat segera diadili.
“Kerusakan material yang ditimbulkan sangat besar, terutama bagi beberapa ratus pemilik toko,” ujar Nunez, seraya mengecam aksi perusakan yang dilakukan oleh kelompok yang disebutnya sebagai “beberapa ribu orang dari kelompok ultra-kiri.”
Kerusuhan ini merupakan eskalasi dari aksi protes pelajar yang telah berlangsung selama empat pekan terakhir akibat memburuknya fasilitas dan kondisi ruang kelas di sekolah-sekolah Prancis. Situasi kian memanas setelah isu tersebut beririsan dengan kemarahan publik terhadap lonjakan biaya hidup yang semakin parah menyusul konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang pecah pada Februari lalu.
Aksi akhir pekan ini diwarnai dengan bentrokan fisik dengan aparat kepolisian, pembakaran sejumlah gedung publik termasuk kerusakan pada bangunan balai kota serta penjarahan di berbagai pusat perbelanjaan. Pihak berwenang mencatat sekitar 500 personel yang terdiri dari anggota kepolisian, petugas pemadam kebakaran, serta tenaga paramedis mengalami luka-luka dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Prancis tidak akan menyerah kepada pihak-pihak yang ingin memaksakan kekacauan dan kekerasan,” tegas Nunez.
Dampak ekonomi dari kerusuhan ini dinilai sangat masif. Ketua Federasi Ritel dan Perdagangan Prancis, Alexandre Bompard, memperkirakan sekitar 1.500 toko dan gerai ritel mengalami kerusakan serta penjarahan. Kerugian yang dialami oleh para pelaku usaha ditaksir mencapai ratusan juta euro, meski angka pasti kerugian masih dalam tahap pendataan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

