Bentrokan Pecah di Tirana: Polisi Albania Gunakan Peluru Karet, PM Edi Rama Tolak Mundur

Bentrokan dan Aksi Massa di Tirana. (Reuters)

Portalone.net – Gelombang unjuk rasa antipemerintah di ibu kota Albania, Tirana, kian memanas dan berujung pada bentrokan fisik antara massa dan aparat keamanan. Kepolisian Albania untuk pertama kalinya mengerahkan peluru karet guna membubarkan massa yang mendesak Perdana Menteri Edi Rama untuk segera meletakkan jabatannya.

Konfrontasi ini memasuki hari kelima pada Sabtu (17/10), seiring dengan bergabungnya ribuan pelajar sekolah menengah dan mahasiswa ke dalam gerakan protes yang dipicu oleh isu kemarahan publik terhadap biaya pendidikan, tingginya angka pengangguran, serta dugaan korupsi di tubuh pemerintahan. Partai Sosialis pimpinan Edi Rama sendiri telah berkuasa di negara Balkan tersebut sejak 2013.

Aksi yang berpusat di sekitar kantor Perdana Menteri dan sejumlah titik vital di pusat kota Tirana itu diwarnai aksi lempar batu, bom molotov, serta kembang api oleh massa pengunjuk rasa ke arah barikade polisi. Aparat keamanan merespons tindakan tersebut dengan menembakkan gas air mata, menyemprotkan meriam air, serta menggunakan tongkat pengendali massa saat para pengunjuk rasa berupaya menembus garis pengamanan.

Penggunaan peluru karet dalam eskalasi kali ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kepolisian Nasional Albania, Skender Hita, dalam konferensi pers pada Sabtu malam. Ia berdalih bahwa amunisi tersebut digunakan secara “terbatas” demi mengendalikan situasi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, sedikitnya sembilan pengunjuk rasa dan empat petugas kepolisian harus mendapatkan perawatan medis akibat bentrokan hari itu. Secara kumulatif selama lima hari demonstrasi berlangsung, pihak kepolisian mencatat 167 penangkapan terhadap pengunjuk rasa, sementara 132 personel kepolisian mengalami luka-luka.

Di tengah gelombang investigasi internal, otoritas keamanan juga telah menonaktifkan sementara tujuh orang anggota kepolisian yang kini tengah menjalani pemeriksaan atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam menangani demonstrasi.

Di sisi lain, Perdana Menteri Edi Rama, yang saat ini tengah menjalani masa jabatan keempatnya dan bersikeras menolak untuk mundur, memilih turun langsung meninjau sejumlah fasilitas umum serta tempat usaha yang mengalami kerusakan akibat kerusuhan.

Dalam pernyataannya, Rama berjanji untuk mendengarkan aspirasi yang disuarakan oleh para pelajar sekaligus melindungi hak konstitusional mereka untuk berunjuk rasa secara damai. Kendati demikian, ia melayangkan peringatan keras terhadap aksi perusakan fasilitas publik dan menuding pihak oposisi dari kubu konservatif berada di balik provokasi yang memicu kekerasan dalam demonstrasi tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan