Sebut Serangan ke Iran Cuma ‘Love Tap’, Trump: Gencatan Senjata Masih Berlaku

Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan pers terkait situasi di Timur Tengah. Foto: Jim Watson/AFP

Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump buka suara terkait rentetan serangan udara terbaru militer AS ke wilayah Iran pada Kamis (7/5). Trump menyebut serangan tersebut hanyalah sebuah peringatan kecil atau istilahnya ‘love tap‘ (tanda cinta).

Serangan balasan ini diluncurkan menyusul tindakan Iran yang menargetkan kapal perusak (destroyer) AS di Selat Hormuz. Meski situasi memanas, Trump menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sejak 8 April lalu masih tetap berlaku.

“Itu hanya love tap (peringatan kecil),” ujar Trump kepada Rachel Scott dari ABC News saat ditanya mengenai urgensi serangan tersebut, seperti dikutip Jumat (8/5/2026).

Gencatan Senjata Belum Berakhir

Saat dikonfirmasi apakah aksi saling serang ini menandakan berakhirnya gencatan senjata yang baru berumur satu bulan, Trump membantahnya dengan tegas.

“Tidak, tidak, gencatan senjata masih berjalan. Masih berlaku,” jawabnya singkat.

Namun, bukan Trump namanya jika tidak melontarkan ancaman. Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, ia memperingatkan Teheran untuk segera kembali ke meja perundingan guna mengakhiri perang. Jika tidak, ia mengancam akan mengirimkan serangan yang jauh lebih dahsyat.

“Seperti kami kembali menghajar mereka hari ini, kami akan menghajar mereka jauh lebih keras dan jauh lebih brutal di masa mendatang jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan mereka!” tulis Trump.

Versi CENTCOM: Serangan untuk Membela Diri

Secara terpisah, Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa operasi militer tersebut dilakukan atas dasar “membela diri”. Berdasarkan keterangan resmi, pasukan Iran disebut melepaskan tembakan saat kapal perusak berpeluru kendali AS sedang melintas di Selat Hormuz menuju Teluk Oman.

“Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak diprovokasi dan merespons dengan serangan untuk membela diri,” tulis pernyataan resmi CENTCOM.

ADVERTISEMENT

Adapun kapal perang yang terlibat dalam insiden tersebut adalah USS Truxtun, USS Rafael Peralta, dan USS Mason. Ketiganya dilaporkan diserang menggunakan kombinasi rudal, drone, hingga kapal cepat kecil milik Iran. CENTCOM mengklaim tidak ada aset AS yang mengalami kerusakan.

Sebagai balasan, AS menghancurkan sejumlah fasilitas militer Iran yang dianggap bertanggung jawab, meliputi:

  • Lokasi peluncuran rudal dan drone.

  • Pusat komando dan kendali.

  • Titik intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR).

Bantahan Iran: Balas Dendam untuk Tanker Minyak

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) merilis versi yang berbeda. IRGC mengklaim serangan mereka ke kapal perang AS adalah bentuk balasan atas tindakan AS yang lebih dulu menyerang kapal tanker minyak Iran dan wilayah sipil di pesisir pantai Iran.

Berseberangan dengan klaim AS, IRGC justru mengeklaim serangan mereka berhasil mengenai sasaran dan menimbulkan kerusakan besar pada kapal-kapal perang AS.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait