Gencatan Senjata Pecah! AS Gempur Markas Intelijen dan Situs Rudal Iran

AS melancarkan serangan ke sejumlah situs militer Iran, termasuk situs peluncuran rudal hingga markas komando intelijen kala gencatan senjata masih berlaku. (Foto: US Navy)

Portalone.net – Ketegangan di Timur Tengah kembali membara. Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap sejumlah situs militer Iran, mulai dari lokasi peluncuran rudal hingga markas komando intelijen pada Kamis (7/5/2026). Serangan ini terjadi di tengah status gencatan senjata yang seharusnya masih berlaku.

Komando Pusat AS (CENTCOM) melaporkan bahwa operasi tersebut menargetkan fasilitas vital Iran. Di antaranya adalah lokasi peluncuran rudal dan drone, pusat komando dan kendali, serta fasilitas Intelijen, Pengawasan, dan Pengintaian (ISR).

“Pasukan AS mencegat serangan Iran yang tidak beralasan dan membalas dengan serangan pertahanan diri saat kapal perusak rudal berpemandu milik Angkatan Laut AS melintasi Selat Hormuz menuju Teluk Oman, 7 Mei,” tulis pernyataan resmi CENTCOM sebagaimana dilansir CNN, Jumat (8/5/2026).

Kronologi Kontak Senjata di Selat Hormuz

Insiden bermula saat tiga kapal perusak AS, yakni USS Truxtun (DDG 103), USS Rafael Peralta (DDG 115), dan USS Mason (DDG 87), tengah melintas di jalur laut internasional. CENTCOM mengklaim pihak Iran lebih dulu meluncurkan provokasi.

“Pasukan Iran meluncurkan sejumlah rudal, drone, dan kapal kecil. Tidak ada aset AS yang terkena serangan,” lanjut keterangan tersebut.

Seorang pejabat AS membocorkan bahwa serangan balasan Washington menyasar beberapa titik strategis, termasuk di wilayah Bandar Abbas dan Qeshm.

Komandan Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengungkapkan bahwa ini bukan kali pertama gencatan senjata dinodai. Dalam konferensi pers Selasa (5/5), ia menyebut Iran telah menyerang pasukan AS lebih dari 10 kali sejak gencatan senjata dimulai pada 8 April lalu.

ADVERTISEMENT

Sebelum baku tembak hari Kamis, militer AS juga sempat melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, di Teluk Oman pada Rabu (6/5). Jet tempur AS menembaki bagian kemudi kapal karena dianggap melanggar blokade Washington saat hendak menuju pelabuhan Iran.

Iran Sebut AS Serang Sipil

Di sisi lain, Teheran memberikan pembelaan. Juru bicara angkatan bersenjata Iran menuduh serangan udara AS justru menghantam area sipil di sepanjang pantai Pulau Qeshm, Bandar Khamir, dan Sirik.

Pihak Iran juga mengecam keras tindakan AS yang menargetkan kapal tanker minyak mereka. Sebagai balasan, Teheran mengakui pasukannya menyerang kapal militer AS di sebelah timur selat dan selatan pelabuhan Chabahar.

Hingga saat ini, situasi di kawasan tersebut masih mencekam. Meski gencatan senjata telah diteken sejak awal April, aksi saling balas tembakan ini mengancam stabilitas keamanan di jalur perdagangan minyak dunia tersebut.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait