AP juga melaporkan, penumpasan terhadap demonstrasi di Iran disebut telah menewaskan sedikitnya 2.615 orang menurut Human Rights Activists News Agency yang berbasis di AS, sementara AP menyatakan tidak dapat memverifikasi secara independen karena pembatasan komunikasi di Iran.
Di sisi lain, Wakil Dubes Iran untuk PBB Hossein Darzi menuduh Washington “menggiring” situasi dalam negeri Iran ke arah kekerasan dan “meletakkan dasar” bagi destabilisasi serta intervensi militer dengan narasi kemanusiaan.
Pejabat PBB dalam pertemuan itu turut mengingatkan agar semua pihak menahan diri, seraya menilai potensi serangan militer dapat menambah ketidakstabilan di situasi yang sudah tegang.













