Portalone.net – Sejumlah pemimpin dan perwakilan negara menandatangani Board of Peace Charter (Piagam Dewan Perdamaian) pada Kamis (22/1/2026) di sela Pertemuan Tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos. Inisiatif yang digagas Presiden AS Donald Trump itu diproyeksikan sebagai mekanisme internasional untuk mengawal transisi, stabilisasi, dan rekonstruksi Gaza pascakonflik, namun sejauh ini belum jelas apakah akan berpengaruh langsung terhadap perekonomian dunia.
Menurut laporan Associated Press, seremoni peluncuran dan penandatanganan dihadiri perwakilan dari 19 negara, sementara sejumlah sekutu utama AS termasuk beberapa negara Eropa memilih tidak ikut pada tahap awal. AP mencatat struktur dan efektivitas dewan ini masih dipertanyakan, termasuk mandat yang dinilai dapat meluas melampaui Gaza dan berpotensi tumpang tindih dengan peran lembaga multilateral yang sudah ada.
Dari pihak AS, Trump menyatakan dewan itu akan bekerja bersama berbagai pihak “termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)”, merespons kekhawatiran bahwa forum baru tersebut dapat menjadi tandingan PBB. Namun CBS News melaporkan, dalam pidato di seremoni, Trump hanya memberi detail terbatas tentang cara kerja dewan tersebut dan langkah implementasinya.
Di Eropa, penolakan terbuka datang dari Inggris. Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan pemerintahnya belum siap menandatangani, dengan alasan piagam itu berkonsekuensi hukum lebih luas dan adanya kekhawatiran terkait keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin di dalam kerangka “perdamaian” ketika perang di Ukraina belum menunjukkan tanda komitmen menuju perdamaian.
Sementara itu, aspek ekonomi yang paling konkret muncul dari paparan rencana rekonstruksi Gaza. Financial Times melaporkan Jared Kushner mempresentasikan visi pembangunan “New Gaza” senilai US$30 miliar yang menekankan investasi infrastruktur dan peluang investasi, tetapi sumber pendanaan dan komitmen negara/mitra masih belum jelas.
Baca Juga:
Apakah akan mengubah perekonomian dunia?
Hingga penandatanganan piagam ini, belum ada indikator bahwa Board of Peace Charter langsung mengubah arah ekonomi global. Dampak ekonomi yang mungkin terjadi lebih bersifat tidak langsung dan sangat bergantung pada implementasi: apakah dewan ini mampu menjaga stabilitas keamanan, membuka akses logistik dan perdagangan, serta mengamankan pendanaan rekonstruksi dalam skala besar.
Laporan-laporan media internasional menekankan bahwa mandat dan mekanisme kerja dewan masih kabur, sementara dukungan internasional juga belum bulat dua faktor yang biasanya menentukan apakah sebuah inisiatif geopolitik bisa berdampak nyata pada kepercayaan investor dan aktivitas ekonomi.






