TEHERAN – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) secara resmi mengumumkan bahwa mereka telah meluncurkan rudal balistik jarak jauh Sejjil-2 ke arah Israel pada Kamis (19/6/2025), sebagai bagian dari “Gelombang Kedua Belas Operasi True Promise 3.”
Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui platform X oleh Kedutaan Besar Iran di India, IRGC menyebut rudal Sejjil-2 sebagai “salah satu senjata strategis paling kuat dan akurat” yang dimiliki Iran saat ini.
“Rudal Sejjil dua tahap berbahan bakar padat ini memiliki kemampuan untuk menembus dan menghancurkan target musuh yang vital,” tegas IRGC dalam pernyataannya.
Namun, meski disebut sebagai simbol keunggulan teknologi militer Iran, rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel (IDF). Serpihannya diketahui jatuh dan menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah kendaraan, tanpa menimbulkan korban jiwa, menurut laporan The Times of Israel.
Peluncuran rudal ini disebut sebagai balasan langsung atas serangan Israel terhadap situs nuklir utama Iran beberapa waktu lalu. Israel menuding situs tersebut digunakan untuk pengembangan senjata nuklir, tudingan yang dibantah keras oleh Iran. Teheran bersikukuh bahwa serangan balasannya hanya menyasar fasilitas militer Israel.
Terkait insiden rumah sakit yang terkena dampak dalam serangan tersebut, Iran menyatakan bahwa kerusakan itu bukan akibat serangan langsung, melainkan “dampak gelombang ledakan.”
Sejjil-2 bukan rudal sembarangan. Senjata ini adalah hasil rekayasa teknologi tinggi yang menjadi bagian penting dari strategi militer Iran. Berikut fakta-faktanya:







