Menteri Keamanan Nasional Israel Disorot Usai Unggah Fasilitas Eksekusi Tahanan Palestina

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir. (YONATAN SINDEL/FLASH90)

Portalone.net – Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, kembali menuai kecaman internasional setelah mengunggah video yang memperlihatkan pembangunan fasilitas khusus atau tiang gantungan untuk mengeksekusi warga Palestina.

Dalam video bernada kemenangan yang diunggah melalui media sosial tersebut, politikus sayap kanan itu tampak menunjuk fondasi bangunan yang diklaim sebagai lokasi eksekusi bagi pihak yang divonis atas pelanggaran terorisme. Fasilitas ini disebut-sebut turut dilengkapi ruangan khusus bagi keluarga korban untuk menyaksikan proses eksekusi.

Pembangunan fasilitas tiang gantungan ini menyusul pengesahan undang-undang baru di Israel yang mewajibkan pengadilan militer menjatuhkan hukuman mati sebagai sanksi utama bagi warga Palestina yang dicap melakukan aksi terorisme.

Sejumlah pihak menyoroti bahwa undang-undang tersebut memiliki spesifikasi yang tajam karena hanya menargetkan warga Palestina. Sementara itu, warga Israel keturunan Yahudi pada praktiknya terlindungi dari ancaman hukuman serupa melalui klausul hukum yang membatasi penerapan sanksi tersebut hanya pada pembunuhan dengan niat menyangkal eksistensi negara Israel.

Sebelum kontroversi ini, Ben-Gvir juga sempat merayakan ulang tahunnya dengan kue berhiaskan gambar jerat algojo, serta melontarkan pernyataan provokatif yang menyerukan kebijakan penembakan terarah terhadap warga di Gaza dalam jumlah tertentu setiap malam.

Pernyataan dan tindakan beruntun Ben-Gvir memicu gelombang penolakan keras dari berbagai pejabat tinggi negara dan lembaga internasional:

  • Prancis: Menteri Luar Negeri Jean-Noel Barrot menilai pernyataan sang menteri sebagai hal yang “tidak dapat diterima dan tidak manusiawi”.

  • Jerman: Kanselir Friedrich Merz mengecam keras seruan tersebut karena dianggap melanggar hukum internasional.

  • Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB): Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut komentar dan tindakan itu sebagai sesuatu yang “mengerikan”, “keterlaluan”, “mendehumanisasi”, dan “berbahaya”.

Sebelumnya, Ben-Gvir juga telah dijatuhi sanksi pembatasan perjalanan dan finansial oleh sejumlah negara, termasuk Inggris, Prancis, dan Irlandia, akibat rekam jejak pernyataan ekstremnya.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan