Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 2.600 ton, menempati peringkat keenam terbesar di dunia. Namun, untuk cadangan emas batangan, Indonesia hanya memiliki 78,3 ton, jauh di bawah Amerika Serikat yang memiliki hampir 8.000 ton.
Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Senin (17/2/2025), menekankan bahwa selama ini Indonesia belum memiliki fasilitas penyimpanan emas yang memadai.
Akibatnya, banyak emas hasil tambang nasional mengalir ke luar negeri tanpa diolah atau dimanfaatkan secara maksimal di dalam negeri.
“Dengan adanya bullion bank ini, kita bisa menyimpan emas kita sendiri, mengolahnya, dan memanfaatkannya untuk kepentingan nasional. InsyaAllah, ini akan menjadi langkah besar bagi Indonesia,” ungkap Prabowo.
Bullion bank berperan penting dalam berbagai aspek, antara lain:
- Mendukung Ekosistem Produksi Emas: Dengan adanya bank emas, ekosistem pertambangan, perdagangan, dan investasi emas akan semakin terintegrasi.
- Meningkatkan Kedaulatan Ekonomi: Emas yang sebelumnya banyak disimpan di luar negeri kini bisa dikelola sendiri, mengurangi ketergantungan pada lembaga keuangan asing.
- Menyediakan Fasilitas Penyimpanan Aman: Para pelaku industri emas dan investor kini memiliki opsi penyimpanan emas yang lebih aman dan transparan di dalam negeri.
Peresmian bullion bank ini menandai era baru dalam pengelolaan sumber daya emas Indonesia. Pemerintah optimistis bahwa langkah ini akan memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional, serta meningkatkan posisi Indonesia di kancah perdagangan emas global. (one)







