IHSG Memerah! Perang Iran-Israel dan ‘Ulah’ Trump Jadi Biang Kerok

Index Saham IHSG terpantau merah pada hari ini, Senin (2/3/2026).

Portalone.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus rela parkir di zona merah pada penutupan pekan ini. Berdasarkan data perdagangan periode 23–27 Februari 2026, IHSG terkoreksi 0,44 persen atau turun 36,28 poin ke level 8.235.

Gejolak geopolitik global yang kian memanas di Timur Tengah serta ketidakpastian kebijakan ekonomi Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang menekan nyali para investor.

Bacaan Lainnya

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, mengungkapkan bahwa ketegangan mencapai titik didih setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Iran dalam operasi bersandi Operation Epic Fury.

Baca Juga:  Profil Ayatollah Ali Khamenei: Kekuatan Utama di Balik Komando Militer Iran

“Serangan tersebut menyasar kompleks militer dan fasilitas rudal serta nuklir Teheran. Bahkan, muncul indikasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meski belum ada konfirmasi independen,” ujar Imam dalam keterangannya.

Iran membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke basis pasukan AS di Teluk, termasuk Bahrain hingga Arab Saudi. Dampak yang paling dikhawatirkan pasar adalah ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang melayani 20-25 persen distribusi minyak mentah dan LNG global.

Tekanan dari AS dan Risiko Fiskal Dalam Negeri

Tak hanya perang, sentimen negatif juga datang dari Negeri Paman Sam:

  • Tarif Impor: Donald Trump berencana menaikkan tarif impor global menjadi 15 persen setelah sebagian kebijakan tarifnya dibatalkan Mahkamah Agung AS.

  • Sektor Panel Surya: Departemen Perdagangan AS menetapkan bea masuk anti-subsidi tinggi (86-143,3 persen) terhadap panel surya asal Indonesia.

  • Kesehatan Fiskal: S&P Global Ratings memperingatkan rasio pembayaran bunga utang Indonesia yang berpotensi bertahan di atas 15 persen, yang bisa mengancam peringkat kredit nasional.

Sektor Pilihan di Tengah Gejolak

Menurut Imam, kenaikan premi risiko global biasanya akan mendorong harga komoditas. “Eskalasi konflik menguntungkan emiten batu bara, migas, dan emas. Namun, ini menjadi beban bagi sektor aviasi dan manufaktur yang bergantung pada bahan bakar impor,” jelasnya.

Secara teknikal, IHSG pekan depan diprediksi bergerak volatil dalam rentang support 8.031 dan resistance 8.437.

Rekomendasi Saham Pekan Ini

Merespons dinamika pasar, IPOT merekomendasikan strategi buy on breakout untuk menjaga portofolio tetap hijau:

  1. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *