Portalone.net – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan keprihatinan mendalam atas situasi kemanusiaan di negaranya. Ia menyatakan bahwa masyarakat Iran dipastikan tidak dapat merayakan Idul Fitri tahun ini menyusul eskalasi serangan dari Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla, di Markas Pusat PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026).
Duka di Tengah Bulan Suci
Boroujerdi menjelaskan bahwa meskipun saat ini memasuki hari-hari terakhir Ramadan, suasana kemenangan Idul Fitri tidak dirasakan oleh warga Iran. Situasi perang yang mencekam membuat momen sakral tersebut berubah menjadi masa berkabung nasional.
“Walaupun ini merupakan situasi hari-hari bulan suci Ramadan dan sebentar lagi adalah Idul Fitri, tetapi masyarakat Iran tidak bisa merayakan momen penting dan momen Islami ini,” ujar Boroujerdi di Jakarta.
Menurutnya, kondisi kemanusiaan kian memburuk seiring terus bertambahnya jumlah korban jiwa dari kalangan sipil. Ia menyoroti banyaknya anak-anak yang menjadi korban dalam konflik ini.
“Dua ratus lima puluh anak-anak menjadi korban sampai dengan sekarang di negara kami atas serangan Amerika Serikat dan Zionis Israel,” tambahnya. Bahkan, ia menyebut salah satu korban meninggal merupakan bayi yang baru berusia tiga hari.
Lebih lanjut, Boroujerdi menegaskan bahwa serangan yang dilancarkan tidak hanya menyasar instalasi militer, tetapi juga menghantam berbagai infrastruktur sipil dan situs bersejarah.
Ia mengutuk tindakan tersebut sebagai langkah yang tidak manusiawi karena menargetkan tempat-tempat yang seharusnya dilindungi.
“Kami telah membuktikan serangan yang kejinya terhadap negara, rumah sakit, sekolah, warisan budaya, dan berbagai fasilitas lain dijadikan target,” tegasnya.
Baca Juga:
Di tengah tekanan konflik, Dubes Boroujerdi menyempatkan diri untuk menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia. Ia menilai dukungan Indonesia sangat berarti bagi bangsa Iran dalam menghadapi krisis ini.
“Kami ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Pemerintah Indonesia, bangsa Indonesia, serta berbagai badan organisasi pemerintah maupun non-pemerintah,” tuturnya.
Sebagai informasi, konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel mengalami eskalasi tajam sejak pecah pada 28 Februari lalu. Perang ini terus meluas dan mulai menyasar fasilitas energi di kawasan Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran pada stabilitas pasar global.
Ketegangan semakin memuncak setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeklaim pihaknya berhasil membunuh Sekretaris Dewan Keamanan Tertinggi Iran, Ali Larijani, serta Komandan Pasukan Basij, Gholamreza Soleimani.
Pihak Teheran merespons cepat kematian Larijani dengan melancarkan serangan balasan ke Tel Aviv yang dilaporkan menewaskan dua warga Israel.






