Portalone.net,WASHINGTON D.C. – Presiden Donald Trump kembali memicu gelombang kecaman setelah sebuah video rasis yang menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan Ibu Negara Michelle Obama diunggah di akun Truth Social miliknya. Meski video tersebut akhirnya dihapus, Trump secara tegas menolak untuk meminta maaf dan justru melimpahkan kesalahan kepada staf Gedung Putih.
Insiden ini bermula pada Kamis malam (5/2/2026), ketika akun resmi Trump membagikan video berdurasi 62 detik yang awalnya membahas teori konspirasi mengenai kecurangan mesin suara pada Pemilu 2020. Namun, di bagian akhir video, muncul potongan gambar hasil rekayasa AI yang menampilkan wajah Barack dan Michelle Obama ditempelkan pada tubuh kera yang sedang menari di hutan dengan latar musik “The Lion Sleeps Tonight”.
Unggahan tersebut bertahan selama hampir 12 jam sebelum akhirnya dihapus pada Jumat siang setelah memicu kemarahan lintas partai, termasuk dari sekutu dekat Trump di Partai Republik.
“Saya Tidak Membuat Kesalahan”.
Saat berbicara kepada wartawan di atas pesawat Air Force One pada Jumat malam, Trump bersikeras bahwa dirinya tidak bersalah. Ketika ditanya apakah ia akan meminta maaf kepada keluarga Obama atau publik, Trump menjawab singkat, “Tidak. Saya tidak membuat kesalahan.”
Ia berdalih bahwa dirinya hanya menonton bagian awal video yang membahas masalah penipuan pemilu dan menganggapnya sebagai “postingan yang sangat kuat”.
“Saya melihat bagian awalnya. Itu bagus,” ujar Trump. “Saya menyerahkannya kepada staf untuk diunggah, dan sepertinya mereka juga tidak menonton keseluruhannya. Seseorang melakukan kesalahan dan melewatkan bagian kecil di akhir itu.”
Baca Juga:
Sebelum video tersebut dihapus, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, sempat membela unggahan tersebut dan menyebut kritik yang masuk sebagai “kemarahan palsu” (fake outrage). Ia mengklaim video itu hanyalah meme internet yang menggambarkan Trump sebagai “Raja Hutan” dan politisi Demokrat sebagai karakter The Lion King.
Namun, beberapa jam kemudian, narasi berubah total. Seorang pejabat Gedung Putih merilis pernyataan bahwa video tersebut “diunggah secara tidak sengaja oleh seorang staf” dan telah diturunkan. Trump sendiri menyatakan tidak akan memecat staf yang dimaksud, dengan alasan itu adalah kekhilafan yang manusiawi.
Meski Trump mengaku mengutuk konten rasis dalam video tersebut saat ditekan oleh wartawan, para kritikus menganggap penjelasannya tidak masuk akal. Senator Republik Tim Scott, salah satu sekutu kulit hitam paling menonjol dari Trump, menyebut video itu sebagai “hal paling rasis yang pernah saya lihat keluar dari Gedung Putih ini.”
Sementara itu, pihak Demokrat melalui mantan Wakil Presiden Kamala Harris menyatakan bahwa publik tidak akan percaya dengan alasan “kesalahan staf” tersebut, mengingat rekam jejak retorika rasial Trump yang panjang. (Chnz)







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!