Netanyahu Meradang Disebut Penjajah Tanah Palestina, Serang Balik Kritik Barack Obama

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto. AFP via Getty Images)

Portalone.net – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meluapkan kemarahannya setelah negaranya dicap sebagai penjajah di tanah Palestina. Kecaman keras ini muncul sebagai respons atas pernyataan kontroversial dari Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama, yang secara terbuka menuding Israel telah merampas tanah rakyat Palestina.

Melalui unggahan di akun platform X miliknya, Netanyahu dengan tegas menolak narasi kolonialisme yang dialamatkan kepada bangsanya. Ia mengecam pernyataan Obama yang dianggap telah mengabaikan akar sejarah bangsa Yahudi.

“Saya mendengar pernyataan yang amat disayangkan yang mengatakan bahwa Israel telah mencuri tanah, Israel telah kehilangan moral tertinggi. Saya akan merespons ini,” ujar Netanyahu, dikutip pada Senin (19/10).

“Orang-orang Yahudi bukan penjajah asing di tanah moyang kami. Sejarah kami bukan sejarah kolonial. Tanah kami bukan hasil curian. Ini tanah air kami yang disebut Judea,” sambungnya.

Dalam pembelaannya, Netanyahu bersikukuh bahwa wilayah tersebut merupakan warisan leluhur bangsa Yahudi sejak ribuan tahun silam. Ia bahkan membuat perbandingan historis untuk menepis tudingan sebagai kekuatan imperialis.

“Kami bukan Belanda di Indonesia. Kami bukan Belgia di Kongo. Kami orang-orang Yahudi di tanah Yudea,” tutur Netanyahu menegaskan.

Selain itu, ia balik menuding bahwa kendala utama terciptanya perdamaian di kawasan bukanlah kebijakan Israel, melainkan keengganan pihak-pihak yang disebutnya sebagai musuh untuk mengakui eksistensi serta hak historis negara Yahudi dalam batas wilayah apa pun.

Klaim keras Netanyahu ini merupakan balasan atas kritik terbuka yang dilayangkan oleh Barack Obama pada pekan sebelumnya. Dalam forum yang dilansir dari Anadolu Agency, Obama menyoroti pendekatan militeristik Israel dalam menangani konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Obama memperingatkan bahwa penggunaan kekuatan militer semata tidak akan mampu menjamin keamanan jangka panjang bagi Israel. Ia juga menilai keengganan Tel Aviv untuk memberikan konsesi politik kepada pihak Palestina justru membahayakan posisi moral negara tersebut di mata internasional.

Meskipun mengakui sejarah kelam dan persekusi panjang yang dialami oleh kaum Yahudi di Eropa, Obama menegaskan bahwa penderitaan rakyat Palestina akibat kehilangan tanah air mereka adalah realitas yang tidak terbantahkan.

“Hal itu tidak dapat disangkal. Yang juga tidak dapat disangkal adalah bahwa mereka mengambil tanah milik orang lain dan bertindak secara berlebihan. Wajar jika orang-orang tersebut berkata: ‘Ini adalah ketidakadilan dan saya ingin tanah saya kembali,'” tegas Obama dalam kritiknya.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan