Portalone.net – Adidas melayangkan permintaan maaf resmi menyusul kritik tajam publik atas keputusan cabang lokal mereka di Israel yang menampilkan mantan tentara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) sebagai model kampanye produk inklusif.
Iklan tersebut menampilkan Shalev Biton seorang mantan tentara IDF yang kehilangan kaki kirinya pada 2021 untuk mempromosikan layanan Adidas’s Single Shoe. Layanan ini dirancang untuk memudahkan penyandang perbedaan anggota tubuh dengan menjual sepatu satuan seharga separuh dari harga normal.
Kampanye yang melibatkan 11 atlet penyandang disabilitas di Israel ini menuai kecaman luas dari para aktivis pro-Palestina. Publik menilai pemilihan model tersebut sangat kontras dengan kenyataan bahwa ribuan warga sipil Palestina turut kehilangan anggota tubuh akibat agresi militer Israel.
Menanggapi polemik tersebut, manajemen pusat menegaskan bahwa materi promosi itu murni merupakan inisiatif lokal di Israel dan bukan bagian dari strategi global perusahaan.
-
Pernyataan Resmi: “Kami menyadari bahwa gambar yang digunakan dalam aktivitas baru-baru ini oleh tim lokal telah menimbulkan kekhawatiran dan reaksi keras,” tulis pernyataan resmi Adidas, seperti dilansir Anadolu Agency. “Kami tidak pernah bermaksud untuk menimbulkan pelanggaran, dan kami meminta maaf kepada siapapun yang terkena dampaknya.”
-
Cakupan Layanan: Program Single Shoe pertama kali diperkenalkan di 23 negara Eropa pada Januari lalu, dengan rencana ekspansi ke kawasan Asia dan Timur Tengah, termasuk Palestina, Uni Emirat Arab, Lebanon, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, dan Mesir.
-
Catatan Kontroversi: Langkah ini menambah daftar panjang ketegangan antara merek asal Jerman tersebut dengan isu geopolitik Timur Tengah. Pada 2012, Adidas menghadapi seruan boikot terkait sponsor Maraton Yerusalem yang melintasi wilayah Yerusalem Timur yang diduduki. Tekanan serupa juga datang pada 2018 ketika lebih dari 130 klub dan asosiasi sepak bola Palestina mendesak penghentian sponsor untuk Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA).
Sebagai tindak lanjut, manajemen Adidas menyatakan akan terus mendengarkan masukan publik serta mengevaluasi langkah operasional guna memastikan setiap kebijakan selaras dengan nilai-nilai inklusivitas perusahaan.