Portalone.net – Delegasi Iran menyatakan proses negosiasi teknis dengan Amerika Serikat yang berlangsung di Swiss telah rampung pada Selasa (23/6). Tahap berikutnya akan difokuskan pada pembentukan sejumlah kelompok kerja untuk membahas isu-isu strategis, termasuk program nuklir Iran dan pencabutan sanksi.
Perundingan di Swiss merupakan kelanjutan dari dialog bilateral setelah Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan proses diplomatik yang lebih luas.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan kedua pihak telah menyepakati pembentukan empat kelompok kerja guna memperdalam pembahasan teknis dan implementasi kesepakatan.
“Telah diputuskan bahwa empat kelompok kerja akan dibentuk, yaitu Pengakhiran Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi,” kata Gharibabadi, seperti dikutip kantor berita pemerintah Iran, IRNA.
Pembentukan kelompok kerja tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam upaya kedua negara menyelesaikan berbagai isu yang selama ini menghambat normalisasi hubungan.
Sebelumnya, proses negosiasi sempat mengalami gangguan setelah delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf melakukan aksi walk out pada Minggu (21/6). Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang kembali melontarkan ancaman terhadap Iran.
Menurut laporan IRNA, delegasi Iran meninggalkan lokasi perundingan sesaat setelah melakukan pertemuan dengan delegasi Qatar yang berperan sebagai mediator.
“Delegasi Republik Islam Iran meninggalkan gedung tempat negosiasi berlangsung setelah bertemu dengan delegasi Qatar sebagai salah satu pihak mediator,” tulis IRNA.
Media pemerintah Iran juga menyebut bahwa pada saat pembicaraan berlangsung di Swiss, Trump mengunggah pernyataan di media sosial X yang kembali berisi ancaman dan kritik terhadap Teheran.
Meski sempat terhenti, kedua pihak akhirnya melanjutkan negosiasi pada Senin (22/6). Pembicaraan tersebut berujung pada kesepakatan pembentukan kelompok kerja yang akan menjadi forum utama untuk membahas isu nuklir, sanksi ekonomi, serta implementasi hasil perundingan di masa mendatang.
