Portalone.net – Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah merampungkan draf teknis mengenai pencabutan sementara sanksi terhadap ekspor minyak Teheran. Kesepakatan ini dicapai dalam serangkaian perundingan intensif di Burgenstock, Swiss, pada Minggu (21/6).
Anggota tim negosiasi Iran, Hossein Ghorbanzadeh, mengonfirmasi bahwa pertemuan teknis tersebut telah memfinalisasi poin-poin utama terkait pelonggaran sanksi ekonomi yang selama ini membatasi ekspor minyak Iran. Selain masalah minyak, delegasi Iran dilaporkan turut membahas skema pencairan aset negara yang sempat dibekukan oleh pemerintah AS dalam pertemuan terpisah dengan perwakilan Qatar.
Meski progres teknis telah tercapai, Ghorbanzadeh menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Rabu (17/6) lalu memiliki klausul yang sangat spesifik. Menurutnya, ketentuan dalam MoU tersebut tidak akan berlaku efektif kecuali jika operasi militer Israel di Lebanon dihentikan sepenuhnya.
MoU yang mencakup 14 poin kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi kedua negara dalam meredam ketegangan. Beberapa poin krusial di antaranya adalah:
-
Gencatan Senjata: Kesepakatan penghentian pertempuran di seluruh front, termasuk Lebanon.
-
Stabilitas Selat Hormuz: Pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya (free of charge) selama masa transisi 60 hari.
-
Pemulihan Ekonomi: Pencabutan sanksi ekspor minyak dan pencairan aset Iran yang dibekukan AS.
Optimisme dari Teheran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melalui unggahan di media sosial X pada Senin (22/6), menyebut telah terjadi “kemajuan besar” dalam upaya mediasi yang dipimpin oleh Pakistan dan Qatar.
Araghchi menyatakan bahwa progres ini tidak hanya mencakup masalah sanksi, tetapi juga komitmen rekonstruksi dan pembangunan besar-besaran bagi Iran sebagai bagian dari kerangka perdamaian jangka panjang. Perundingan teknis di Swiss ini dipandang sebagai langkah krusial bagi kedua negara untuk menavigasi masa transisi 60 hari sebelum mencapai perjanjian perdamaian final.
