Portalone.net – Jerman mengirimkan pesan ancaman ke seluruh kontestan Piala Dunia 2026. Dalam laga pembuka Grup E yang digelar di Houston Stadium, Die Mannschaft tampil digdaya dengan melumat tim debutan, Curacao, lewat skor telak 7-1.
Dominasi anak asuh Julian Nagelsmann tak terbantahkan sepanjang 90 menit. Namun, meski harus pulang dengan kekalahan telak, Curacao tetap layak menegakkan kepala. Negara kepulauan di Karibia dengan populasi hanya 150 ribu jiwa tercatat sebagai negara terkecil yang pernah menembus putaran final Piala Dunia berhasil mengukir tinta emas dengan mencetak gol perdana mereka di panggung dunia.
Momen Magis Curacao
Sempat tertinggal lewat gol cepat Felix Nmecha pada menit keenam hasil kreasi manis Florian Wirtz, Curacao tak lantas menyerah. Keajaiban itu datang pada menit ke-21. Livano Comenencia melepaskan sepakan kaki kiri akurat dari tengah kotak penalti yang sukses merobek jala Manuel Neuer. Stadion sempat bergemuruh oleh sorak-sorai pendukung Curacao skor 1-1 menjadi momen bersejarah bagi sepak bola negara tersebut.
Jerman yang Tak Terbendung
Namun, euforia itu hanya bertahan sesaat. Jerman merespons dengan intensitas tinggi yang membuat pertahanan Curacao kocar-kacir. Nico Schlotterbeck memulihkan keunggulan Jerman lewat tandukan tajam pada menit ke-38, sebelum Kai Havertz menutup babak pertama dengan gol penalti, membawa Der Panzer unggul 3-1.
Memasuki babak kedua, Jerman tampil tanpa ampun. Keran gol semakin deras mengalir:
-
Jamal Musiala (47′): Memulai pesta babak kedua dengan aksi individu menawan.
-
Nathaniel Brown (68′): Menambah penderitaan lawan melalui gol ketiganya.
-
Deniz Undav (78′): Memanfaatkan celah di lini belakang Curacao.
-
Kai Havertz (88′): Menutup malam sempurna dengan gol keduanya.
Duel Kontras di Pinggir Lapangan
Laga ini pun mencatatkan sejarah unik di sektor manajerial. Pertandingan ini mempertemukan dua kutub usia yang ekstrem: Dick Advocaat (78 tahun) dari Curacao yang menyandang status pelatih tertua dalam sejarah Piala Dunia, beradu taktik melawan Julian Nagelsmann (38 tahun), nakhoda termuda di turnamen edisi kali ini.
Kemenangan besar ini menjadi suntikan moral krusial bagi Jerman. Setelah mimpi buruk tersingkir di fase grup pada edisi 2018 dan 2022, skuad muda asuhan Nagelsmann kini mengirim sinyal kuat bahwa misi mengembalikan kejayaan sepak bola Jerman di panggung dunia benar-benar dimulai.
Selanjutnya, Jerman akan melanjutkan perjalanan mereka di Grup E dengan menghadapi Pantai Gading di Toronto. Sementara bagi Curacao, perjuangan mencari poin pertama di Piala Dunia akan berlanjut saat mereka meladeni tantangan Ekuador.
