Komisi IX DPR Desak Penghentian Sementara Program Makan Bergizi Gratis untuk Evaluasi Menyeluruh

Suasana di salah satu Ruang Pengemasan & Kontrol Kualitas. (Dok)

Portalone.net – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengusulkan agar pemerintah menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah, yakni pada 29 Juni hingga 10 Juli mendatang. Langkah ini dinilai krusial sebagai momentum evaluasi atas dugaan inefisiensi anggaran serta masalah kualitas layanan yang belakangan mengemuka.

Usulan tersebut muncul menyusul temuan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan yang mengindikasikan adanya pemborosan anggaran lebih dari Rp1 triliun setiap bulannya dalam pelaksanaan program tersebut. Bagi Charles, angka tersebut merupakan “lampu kuning” yang menuntut tindakan segera.

“Menurut saya, momentum libur sekolah yang akan datang bisa dimanfaatkan untuk melakukan penghentian sementara pelaksanaan program MBG, sambil dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola program,” ujar Charles saat dikonfirmasi, Sabtu (13/6).

Tekanan Fiskal dan Efisiensi Anggaran

Charles menekankan bahwa dugaan pemborosan anggaran tidak dapat dipandang sebelah mata, terutama di tengah kondisi fiskal negara yang sedang menghadapi tantangan besar. Menurutnya, pemerintah perlu melihat secara objektif efektivitas program agar kebutuhan anggaran di sektor lain tidak terganggu oleh inefisiensi di lapangan.

Ia mendesak pemerintah untuk melakukan audit komprehensif terhadap seluruh dapur Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) yang beroperasi saat ini. Audit tersebut harus mencakup aspek krusial, mulai dari keamanan dan kualitas pangan hingga efisiensi tata kelola pengadaan.

Mengutamakan Keamanan Pangan

Sorotan tajam juga ditujukan pada aspek keselamatan penerima manfaat. Charles menyoroti laporan yang menunjukkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 40 ribu anak telah menjadi korban keracunan akibat konsumsi makanan dari program MBG.

“Dapur-dapur yang terbukti tidak memenuhi standar atau sudah berulang kali menyebabkan kasus keracunan harus ditutup secara permanen,” tegas politikus PDI Perjuangan tersebut.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa parameter keberhasilan program MBG tidak boleh lagi sekadar diukur dari kuantitas penerima manfaat atau besaran penyerapan anggaran. Ia mendorong perubahan paradigma dalam mengukur capaian program ke depan.

“Yang lebih penting adalah apakah program ini benar-benar berhasil memperbaiki status gizi anak-anak yang membutuhkan, aman dikonsumsi, serta dikelola secara efisien dan akuntabel,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pemerintah terkait usulan penghentian sementara tersebut maupun tindak lanjut atas temuan pemborosan anggaran yang diungkapkan oleh Kemenko Pangan.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini