JAMBI, Portalone.net – Gubernur Jambi Al Haris melepas keberangkatan kelompok terbang (kloter) terakhir jemaah calon haji asal Provinsi Jambi, yakni Kloter BTH 25, di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi, Kamis (21/5/2026). Keberangkatan kloter pamungkas ini menandai berakhirnya proses pemberangkatan jemaah haji asal Jambi tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kloter BTH 25 berjumlah 198 orang yang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Bungo (189 orang), Kerinci (2 orang), Muaro Jambi (2 orang), Tanjung Jabung Timur (2 orang), serta petugas TPHD (1 orang) dan PPIH (2 orang).
Dalam arahannya, Al Haris menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental mengingat rangkaian ibadah haji memerlukan stamina yang prima. Ia juga berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kekompakan dan semangat saling tolong-menolong selama berada di Tanah Suci.
“Mari saling menjaga, tolong-menolong, dan kompak selama di Tanah Suci. Dengan layanan yang semakin baik setiap tahun, semoga masyarakat semakin puas dan ibadah berjalan khidmat,” ujar Al Haris di sela-sela upacara pelepasan.
Gubernur juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas haji, mulai dari tenaga medis hingga pendamping ibadah. Menurutnya, kesuksesan penyelenggaraan ibadah haji tidak terlepas dari peran vital para petugas yang melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air.
Penutup Pemberangkatan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menjelaskan bahwa Kloter BTH 25 merupakan gelombang terakhir jemaah haji asal Jambi tahun ini. Kloter tersebut selanjutnya akan bergabung dengan jemaah asal Provinsi Kepulauan Riau dan diterbangkan melalui Embarkasi Haji Batam pada Kamis malam pukul 21.00 WIB.
Wahyudi merinci, jemaah tertua dalam kloter ini adalah Zainab AB (85) asal Kabupaten Bungo, sementara jemaah termuda adalah Salmatun Nashwa (22), juga dari Kabupaten Bungo.
“Dari kuota 3.306 orang yang direncanakan berangkat, tercatat 3.301 orang yang berhasil diberangkatkan. Sebanyak 5 orang lainnya belum dapat berangkat karena kendala kesehatan,” ujar Wahyudi.
Pemerintah Provinsi Jambi bersama pihak terkait menyatakan terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari administrasi hingga akomodasi, tetap terjamin hingga para jemaah kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur.
