Ketegangan AS-Israel: Trump dan Netanyahu Gelar Percakapan Intens Bahas Iran

Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Getty Images/Kevin Dietsch)

WASHINGTON, Portalone.net – Hubungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan tengah berada dalam fase krusial menyusul percakapan telepon “panjang dan dramatis” antara Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Komunikasi tersebut dikabarkan berfokus pada dinamika konflik yang kian memanas dengan Iran.

Menurut laporan Channel 12 Israel, pembicaraan tersebut mengindikasikan bahwa kedua pemimpin berada di ambang pengambilan keputusan strategis terkait posisi mereka terhadap Teheran. Meski Gedung Putih maupun kantor Perdana Menteri Israel belum memberikan keterangan resmi, intensitas komunikasi antara keduanya meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

Eskalasi Diplomatik dan Ancaman Militer

Komunikasi ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan telepon selama 30 menit yang berlangsung pada Minggu (17/5), di mana kedua pihak membahas kemungkinan eskalasi perang dengan Iran. Pasca-percakapan tersebut, Presiden Trump melalui platform Truth Social memberikan peringatan keras kepada Iran dengan menyatakan bahwa “waktu terus berjalan” bagi Teheran.

Di sisi lain, Trump secara mengejutkan mengumumkan penundaan serangan militer yang sempat direncanakan pada Selasa pekan ini. Ia mengklaim keputusan tersebut diambil setelah menerima permintaan dari sejumlah sekutu regional, yakni Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa ia telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan AS untuk tetap dalam posisi siaga penuh guna meluncurkan serangan skala besar sewaktu-waktu, terutama jika upaya negosiasi menemui jalan buntu.

Perbedaan Strategis AS dan Israel

Laporan tersebut menyoroti adanya perbedaan pendekatan antara Washington dan Yerusalem. Presiden Trump dikabarkan mulai menunjukkan frustrasi karena perang yang terjadi tidak berjalan sesuai dengan prediksinya dan kini berupaya mendorong Iran ke meja perundingan.

Sebaliknya, Perdana Menteri Netanyahu dilaporkan terus mendesak agar tekanan militer terhadap Iran tetap dipertahankan. Netanyahu menegaskan bahwa operasi militer belum saatnya berakhir, sebuah posisi yang bertolak belakang dengan upaya AS yang sedang mengupayakan jalur diplomasi.

Kebuntuan Negosiasi dan Ancaman Selat Hormuz

Situasi di lapangan semakin rumit setelah negosiasi antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan berakhir menemui jalan buntu. Sebagai respons, AS memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan strategis Iran, termasuk wilayah di sepanjang Selat Hormuz.

Iran merespons tindakan tersebut dengan menutup akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal asing, serta mewajibkan seluruh kapal yang melintas untuk melakukan koordinasi langsung dengan otoritas Teheran.

Hingga saat ini, kedua negara masih terikat dalam gencatan senjata rapuh yang telah berlangsung sejak 8 April lalu. Para pengamat internasional memperingatkan bahwa stabilitas kawasan Timur Tengah tetap dalam ancaman serius, mengingat kesepakatan tersebut dapat batal kapan saja dan memicu pecahnya perang terbuka kembali.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan