Portalone.net – Pemerintah Lebanon dan Israel dijadwalkan bakal menggelar negosiasi gencatan senjata di Washington, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (14/4) mendatang. Namun, Israel secara tegas menolak keterlibatan kelompok Hizbullah dalam meja perundingan tersebut.
Kepastian agenda ini disampaikan langsung oleh pihak Kepresidenan Lebanon melalui akun X resminya pada Jumat (10/4) waktu AS. Dilansir AFP, komunikasi perdana antara kedua belah pihak dilaporkan sudah terjadi pada Jumat malam.
Komunikasi awal tersebut melibatkan Duta Besar Lebanon untuk AS, Duta Besar Israel untuk AS, serta Duta Besar AS untuk Lebanon. Ketiganya saat ini diketahui memang tengah berada di Washington.
“Dalam sambungan telepon tersebut, disepakati untuk mengadakan pertemuan pertama Selasa depan di Departemen Luar Negeri (AS),” tulis pernyataan resmi Kepresidenan Lebanon.
Pertemuan itu nantinya akan membahas deklarasi gencatan senjata serta menentukan tanggal dimulainya negosiasi formal antara Lebanon dan Israel di bawah naungan Amerika Serikat.
Syarat dari Lebanon
Seorang pejabat pemerintah Lebanon membisiki AFP bahwa pihak Beirut menginginkan gencatan senjata segera diberlakukan. Lebanon berharap gencatan senjata sudah terjadi sebelum negosiasi lebih lanjut dengan Israel dimulai.
Hizbullah Berang, Israel Tegas Menolak
Di sisi lain, pemimpin Hizbullah Naim Qassem justru mendesak pemerintah Lebanon untuk tidak lembek. Ia meminta pemerintah berhenti memberikan “konsesi cuma-cuma” kepada Israel.
“Perlawanan akan terus berlanjut hingga napas terakhir,” tegas Qassem.
Baca Juga:
Hizbullah secara terang-terangan menolak adanya pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel. Mereka justru menuntut tentara Israel segera angkat kaki dari wilayah Lebanon tanpa syarat.
Sikap keras juga ditunjukkan pihak Israel. Pemerintah Israel menegaskan tidak akan mau berurusan dengan Hizbullah dalam pertemuan hari Selasa nanti. Duta Besar Israel, Yechiel Leiter, menyebut pihaknya hanya mau bernegosiasi dengan pemerintah resmi Lebanon.
“Israel setuju untuk memulai negosiasi perdamaian formal dengan pemerintah Lebanon,” ujar Leiter.
Namun, ia menggarisbawahi bahwa Israel tidak akan sudi membahas gencatan senjata dengan Hizbullah yang mereka labeli sebagai organisasi teroris.
“Israel menolak membahas gencatan senjata dengan organisasi teroris Hizbullah, yang terus menyerang Israel dan merupakan penghalang utama perdamaian antara kedua negara,” pungkasnya.







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!