“Penyebabnya Google Maps, (pengendara) disesatkan oleh Google Maps,” tambahnya.
Beruntung, tim BPBD bergerak cepat untuk mengevakuasi pengemudi beserta dua orang penumpang yang ada di dalam mobil tersebut. Setelah berhasil dievakuasi, pengendara melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Sarolangun.
Insiden ini menjadi peringatan bagi pengendara agar tidak hanya mengandalkan petunjuk arah dari aplikasi navigasi, terutama saat musim hujan atau di wilayah rawan bencana. Google Maps memang dapat memberikan rute tercepat, tetapi tidak selalu mempertimbangkan kondisi jalan secara real-time, terutama di daerah yang kurang terpantau.
Para pengemudi diimbau untuk selalu mengecek informasi cuaca dan kondisi jalan sebelum bepergian. Jika melewati daerah yang rawan banjir atau bencana, ada baiknya bertanya kepada warga setempat atau menggunakan rute alternatif yang lebih aman.
Peristiwa di Batanghari ini menjadi pengingat bagi semua pengendara untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi navigasi. Teknologi memang membantu, tetapi tetap diperlukan kewaspadaan dan pengamatan langsung terhadap kondisi jalan agar terhindar dari kejadian serupa di masa mendatang. (one)













