Portalone.net – Pasar mobil bekas di Tanah Air mengawali tahun 2026 dengan catatan performa yang melesat tajam. Memasuki bulan Februari, volume transaksi di sejumlah bursa otomotif dilaporkan mengalami lonjakan drastis hingga menyentuh angka 100 persen dibandingkan periode akhir tahun lalu.
Fenomena ini dipicu oleh pergeseran perilaku konsumen serta faktor musiman yang datang lebih awal tahun ini.
Ketua Ikatan Pedagang Mobil Bekas Jakarta Timur, memaparkan bahwa siklus tahunan “berburu kendaraan mudik” terjadi lebih cepat dari biasanya. Hal ini dikarenakan hari raya Idul Fitri 1447 H diprediksi jatuh pada pertengahan Maret 2026.
“Januari dan Februari ini puncaknya. Konsumen belajar dari tahun lalu, kalau beli mepet Lebaran, stok habis atau harga sudah terlampau tinggi. Sekarang di beberapa titik bursa, kenaikan SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) naik dua kali lipat,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).
Selain faktor Lebaran, tingginya harga mobil baru di awal tahun 2026 turut mendorong masyarakat beralih ke unit seken. Data menunjukkan pangsa pasar mobil bekas kini mendominasi sekitar 68 persen dari total transaksi otomotif nasional.
Beberapa poin krusial yang tercatat di pasar saat ini meliputi:
-
Dominasi MPV dan SUV: Model “mobil sejuta umat” seperti Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, dan Hyundai Stargazer tetap menjadi primadona.
-
Tren Hybrid Bekas: Menariknya, unit Hybrid seperti Toyota Yaris Cross mulai banyak dicari karena efisiensi bahan bakarnya yang dianggap solusi di tengah fluktuasi harga energi.
-
Kelangkaan Stok: Tingginya permintaan tidak dibarengi dengan suplai unit yang masuk. Kondisi ini memicu fenomena “war” atau rebutan unit antar pedagang di balai lelang.
Hukum pasar berlaku mutlak; ketika permintaan melonjak dan stok menipis, harga jual di tingkat konsumen pun ikut terkerek naik.
Sebagai ilustrasi, unit yang pada Desember 2025 dibanderol di kisaran Rp130 juta, kini di bulan Februari bisa naik sekitar 5 hingga 8 persen. Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh keberanian pedagang mengambil unit dengan harga tinggi demi menjaga ketersediaan stok di showroom.
Untuk menyiasati hal ini, sejumlah lembaga pembiayaan mulai menawarkan program khusus seperti pameran digital MOBEX 2026 dengan iming-iming bunga rendah di angka 5,99 persen serta uang muka (DP) ringan mulai dari 10 persen.
Mengingat perputaran unit yang sangat cepat (fast moving), konsumen diimbau untuk tetap teliti dan tidak terburu-buru dalam bertransaksi.
“Jangan hanya melihat bodi yang mengilap. Di tengah pasar yang sedang ‘panas’ seperti ini, pastikan cek riwayat servis dan gunakan jasa inspeksi independen untuk memastikan mobil bukan bekas banjir atau tabrakan besar,” pungkasnya.







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!