Portalone.net – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato bernada keras dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (23/9). Di hadapan komunitas internasional, ia menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah gentar maupun bertekut lutut menghadapi tekanan dan sanksi dari Amerika Serikat.
“Perlawanan rakyat Iran hanya akan meningkat dalam menghadapi sanksi, peningkatan tekanan, dan peningkatan intimidasi. Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut,” ujar Pezeshkian, sebagaimana dikutip dari Arab News.
Poin Utama Pidato Presiden Iran di PBB
-
Penolakan terhadap Tekanan AS: Teheran memastikan eskalasi sanksi dan intimidasi tidak akan mengubah pendirian politik luar negeri mereka.
-
Keamanan Selat Hormuz: Iran memperingatkan bahwa jalur air strategis tersebut tidak akan dibiarkan menjadi instrumen agresi pihak asing terhadap kedaulatan nasional Iran.
-
Tudingan Terorisme: Pezeshkian secara terbuka menuduh Washington melakukan tindakan terorisme atas tewasnya mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta jatuhnya korban jiwa dari kalangan warga sipil, termasuk anak-anak sekolah, pada awal konflik.
-
Hak Membela Diri: Pemerintah Iran menegaskan seluruh tindakan militer yang diambil merupakan bentuk pertahanan diri yang sah terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
“Rakyat kami yang tidak bersalah telah menjadi sasaran serangan dan agresi pengecut… Kami hanya membela diri. Kami bukan teroris,” tegas Pezeshkian sambil mengangkat foto mendiang Ali Khamenei dan korban anak-anak sekolah Iran.
Kehadiran Pezeshkian di markas besar PBB di Manhattan sempat diliputi ketidakpastian menyusul polemik penerbitan visa. Pemerintah Amerika Serikat pada akhirnya memberikan izin masuk bagi sang presiden, namun secara kontroversial menolak permohonan visa untuk sejumlah delegasi pendamping dalam rombongan resminya.
Langkah ini mencerminkan tingginya ketegangan diplomatik yang masih membayangi hubungan bilateral antara Washington dan Teheran di tengah dinamika geopolitik global saat ini.
