Selain itu, sejumlah kasus yang muncul di masyarakat belakangan ini sering dikaitkan dengan persoalan sikap dan akhlak. Banyak kejadian, menurut penilaian sejumlah kalangan, berawal dari pengambilan keputusan yang tidak disertai pertimbangan moral, baik dalam lingkup kecil seperti hubungan personal, maupun dalam lingkup lebih luas seperti lingkungan kerja.
Meski demikian, teknologi juga dipandang sebagai alat yang bergantung pada cara penggunaan. Sejumlah pihak menilai tantangan utama saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan penguatan nilai sosial, termasuk membangun kembali kebiasaan berinteraksi, memperkuat empati, serta membiasakan pertimbangan etika dalam mengambil keputusan.
Upaya penguatan karakter, literasi digital, dan pembiasaan penggunaan handphone secara bijak dinilai menjadi faktor penting untuk menekan dampak negatif dari perubahan gaya hidup digital tersebut.













