Mengapa Berjalan Kaki Jadi Gaya Hidup di Luar Negeri, tapi Tidak di Indonesia?

Ilustrasi pejalan kaki. Foto: dibuat oleh AI

Selain itu, kondisi udara yang bersih dan pemandangan kota yang indah membuat berjalan kaki menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Di Indonesia, terutama di kota besar, polusi udara, panas terik, dan kemacetan membuat berjalan kaki kurang nyaman.

Bacaan Lainnya

5. Jarak yang Relatif Dekat

Di banyak negara maju, tata kota dirancang agar fasilitas umum seperti supermarket, taman, dan sekolah berada dalam jarak yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Sebaliknya, di Indonesia, tata kota yang kurang terencana sering kali membuat jarak antar tempat terlalu jauh untuk dijangkau dengan berjalan kaki.

6. Kesadaran Lingkungan

Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan juga menjadi faktor pendorong kebiasaan berjalan kaki di luar negeri. Dengan berjalan kaki, mereka dapat mengurangi jejak karbon dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih hijau.

Di Indonesia, kesadaran lingkungan masih perlu ditingkatkan, dan masyarakat lebih mengandalkan kendaraan bermotor untuk mobilitas.

Baca Juga:  Tips Sehat di Usia 40 Tahun: Panduan untuk Tetap Bugar dan Berenergi

Kesimpulan

Berjalan kaki tidak hanya memberikan manfaat kesehatan, tetapi juga membantu mengurangi polusi dan menciptakan lingkungan yang lebih ramah.

Meski ada perbedaan budaya dan infrastruktur, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk meningkatkan kebiasaan berjalan kaki di kalangan masyarakatnya.

Pemerintah perlu memperbaiki infrastruktur pejalan kaki, sementara masyarakat dapat mulai mengubah pola pikir untuk menjadikan berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup.

Dengan begitu, berjalan kaki bisa menjadi alternatif yang sehat dan berkelanjutan untuk mobilitas sehari-hari. (one)

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait