Kaki Suka Kesemutan? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi kaki kesemutan. (Foto: Freepik)

Portalone.net – Kesemutan pada kaki adalah sensasi tidak nyaman yang bisa berupa rasa geli, kebas, atau bahkan seperti ditusuk jarum. Dalam dunia medis, kesemutan disebut parestesia. Kondisi ini bisa terjadi sesekali dan bersifat sementara, tetapi jika terjadi terus-menerus, bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Penyebab Kaki Kesemutan

1. Posisi Tubuh yang Tidak Tepat

Bacaan Lainnya

Kesemutan sering terjadi akibat duduk bersila terlalu lama atau posisi tubuh yang menekan saraf dan menghambat aliran darah ke kaki. Ini adalah penyebab paling umum dan biasanya tidak berbahaya.

2. Kekurangan Vitamin dan Mineral

Beberapa vitamin dan mineral berperan penting dalam kesehatan saraf, seperti:

  • Vitamin B12: Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan saraf yang memicu kesemutan.
  • Vitamin B1 dan B6: Berperan dalam metabolisme saraf.
  • Magnesium dan kalsium: Kekurangan mineral ini dapat menyebabkan gangguan fungsi saraf dan otot.
Baca Juga:  Manfaat Minum Air Tebu untuk Kesehatan

3. Saraf Terjepit

Saraf yang terjepit, misalnya akibat hernia nukleus pulposus (HNP) atau masalah pada tulang belakang, bisa menyebabkan kesemutan berkepanjangan. Biasanya, kondisi ini juga disertai nyeri yang menjalar ke kaki.

4. Diabetes dan Neuropati Diabetik

Kesemutan yang terjadi secara terus-menerus bisa menjadi tanda neuropati diabetik, yaitu komplikasi diabetes yang menyerang saraf perifer. Ini disebabkan oleh kadar gula darah tinggi yang merusak saraf.

5. Gangguan Sirkulasi Darah

Penyakit seperti penyakit arteri perifer (PAD) atau trombosis vena dalam (DVT) dapat menyebabkan aliran darah ke kaki terganggu, sehingga memicu kesemutan.

6. Efek Samping Obat

Beberapa obat dapat menyebabkan efek samping berupa kesemutan, terutama obat kemoterapi, antibiotik tertentu, dan obat untuk kejang.

7. Penyakit Autoimun dan Neurologis

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *