Harga Bitcoin Terkoreksi Tajam, Masih Adakah Peluang untuk “Rebound”?

Ilustrasi Harga Bitcoin turun. (Foto: dibuat oleh AI / portalone.net)

Portalone.net – Pasar aset kripto tengah berada dalam zona merah dalam beberapa hari terakhir. Harga Bitcoin (BTC) terpantau mengalami koreksi signifikan setelah sempat menyentuh level tertinggi barunya pada akhir tahun lalu.

Mengutip data pasar pada Selasa (24/2/2026), mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ini terkoreksi hingga menyentuh kisaran 64.000 dollar AS hingga 66.000 dollar AS. Padahal, pada medio Desember 2025, Bitcoin sempat bertengger manis di level 126.000 dollar AS.

Lantas, apa penyebab “amblesnya” harga Bitcoin dan bagaimana peluang pemulihannya ke depan?

Penurunan tajam ini tidak lepas dari dinamika ekonomi global, khususnya kebijakan moneter di Amerika Serikat. Kabar mengenai nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve (The Fed) menggantikan Jerome Powell memberikan kejutan bagi pasar.

Warsh dikenal memiliki pandangan yang cenderung hawkish atau ketat terhadap kebijakan likuiditas. Hal ini memicu kekhawatiran investor bahwa era suku bunga rendah atau pelonggaran moneter akan segera berakhir, sehingga mereka cenderung beralih ke aset yang lebih aman (safe haven).

Selain itu, terjadi aksi jual massal pada posisi leverage di pasar berjangka, yang memicu efek domino ketika harga menembus level psikologis 70.000 dollar AS.

Meski tren saat ini cenderung menurun, sejumlah analis menilai peluang untuk berbalik arah (rebound) masih terbuka lebar. Ada beberapa faktor yang melandasi optimisme ini:

• Siklus Historis: Berdasarkan data historis, bulan Februari sering kali memberikan imbal hasil positif bagi Bitcoin. Rata-rata pertumbuhan Bitcoin di bulan kedua ini mencapai 13,1 persen.

• Level Support Kuat: Analis teknikal melihat area 64.600 dollar AS sebagai titik support (batas bawah) yang krusial. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level tersebut, potensi konsolidasi menuju harga 69.000 dollar AS masih sangat memungkinkan.

• Akumulasi Investor Jangka Panjang: Meski arus keluar (outflow) pada ETF Bitcoin Spot di AS meningkat, data on-chain menunjukkan bahwa investor jangka panjang tetap melakukan akumulasi secara bertahap di harga bawah.

Saat ini, Indeks Ketakutan dan Keserakahan (Fear & Greed Index) berada di level Extreme Fear. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa pasar sudah sangat jenuh jual, yang dalam beberapa kasus justru menjadi sinyal beli bagi sebagian investor.

Namun, para pelaku pasar tetap diimbau untuk waspada. Jika Bitcoin gagal mempertahankan level 64.000 dollar AS, ada risiko harga akan kembali menguji area 60.000 dollar AS atau bahkan lebih rendah.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *