Film Weekend in Taipei di Bintangi Luke Evans, Apakah Wajib Nonton?

Portalone.net, Film – Film Weekend in Taipei merupakan tontonan baru yang dibintangi oleh Luke Evans, yang berperan sebagai John Lawlor, seorang agen polisi yang mencari narkoba asal Amerika.

Dalam film ini, John secara tidak sengaja bertemu kembali dengan Joey (diperankan oleh Gwei Lun-mei), mantan kekasihnya sekaligus sopir mercenary yang tinggal di Taipei, saat dia mencoba mengejar suami Joey, Kwang (Sung Kang), seorang gembong narkoba.

Bacaan Lainnya

Pertemuan ini mengungkapkan lebih dari sekadar masa lalu, karena John juga mengetahui bahwa dia memiliki seorang anak bernama Raymond (Wyatt Yang) dengan Joey yang akan kami bahas dibawah ini.

Sinopsis Film Weekend in Taipei

Film Weekend in Taipei menceritakan tentang Raymond yang berusaha melaporkan bisnis perikanan ilegal milik Kwang kepada John. Namun, anak tersebut hanya ingin melindungi ekosistem laut, tanpa menyadari bahwa ayah angkatnya terlibat dalam perdagangan narkoba.

Baca Juga:  Sinopsis Film Back in Action (2025)

Baca Juga: Film Sci-Fi dengan Visual Efek Menakjubkan, Wajib Nonton !

Selain itu, Raymond juga tidak mengetahui bahwa John adalah ayah kandungnya. Plot film berfokus pada usaha John, Joey, dan Raymond untuk melarikan diri dari Kwang.

Dalam proses pelarian ini, ketiganya berusaha untuk kembali menjalin hubungan sebagai sebuah keluarga. Momen-momen kebahagiaan keluarga ini memberikan kontras dengan ketegangan yang ditimbulkan oleh Kwang yang terjebak dalam segitiga cinta.

Durasi Film Dengan Aksi yang Menarik untuk Di tonton

Durasi film ini hampir dua jam, dan setiap adegan aksi, termasuk kejar-kejaran mobil, disajikan dengan menghibur. Selain memberikan adegan pertarungan yang kuat, Weekend in Taipei juga menyisipkan elemen humor dalam setiap pertarungannya.

Salah satu adegan favorit adalah pertarungan menggunakan peralatan dapur yang terjadi di awal film, yang memberikan nuansa unik dan lucu.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait