Ia segera meraih kesuksesan besar, termasuk memenangkan tiga gelar Liga Champions secara berturut-turut.
Erick mungkin membandingkan bagaimana Zidane mampu mentransfer visinya sebagai pemain menjadi strategi sukses sebagai pelatih, sementara Kluivert mungkin menghadapi tantangan dalam menerjemahkan kehebatannya sebagai pemain ke dalam ranah manajemen atau kepelatihan.
Erick Thohir bisa saja melihat potensi Kluivert untuk mengikuti jejak Zidane, dengan catatan Kluivert menemukan lingkungan yang mendukung untuk berkembang sebagai manajer, baik di level klub maupun internasional.
Jika Erick Thohir benar-benar mengangkat topik ini, itu menunjukkan pandangannya terhadap pentingnya pengalaman, adaptasi, dan peluang dalam membentuk pelatih sukses di dunia sepak bola. (one)













