Inflasi 2026 Diproyeksi Melandai, BI–Pemerintah Diminta Tetap Waspada pada Risiko Pangan, Energi, dan Tarif

Tampak salah satu pusat Perbelanjaan di Jakarta Sepi Pengunjung, Aktivitas Belanja Menurun.

Di dalam negeri, tekanan harga pada awal tahun menjadi perhatian. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi tahunan Indonesia pada Januari 2026 sebesar 3,55% (yoy), sementara secara bulanan terjadi deflasi 0,15% (mtm). Angka 3,55% tersebut sedikit di atas batas atas kisaran sasaran inflasi Bank Indonesia (BI) 2,5±1% untuk 2026 (rentang 1,5%–3,5%).

BI menyatakan inflasi 2025 masih terjaga dalam kisaran sasaran dan menyampaikan keyakinan inflasi 2026 tetap terkendali dalam target 2,5±1%. Selain itu, dokumen kesepakatan asumsi dasar dalam pembahasan Rencana Anggaran Tahunan BI (RATBI) 2026 memuat asumsi inflasi sekitar 2,62%.

Bacaan Lainnya

Ke depan, otoritas moneter dan pemerintah umumnya memantau beberapa sumber risiko utama: dinamika harga pangan bergejolak, kebijakan harga yang diatur pemerintah, pergerakan harga energi global, serta dampak ketegangan dagang dan tarif yang dapat memengaruhi biaya impor dan variasi inflasi antarnegara.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *