Portalone.net – Keluhan pelaku usaha mulai dari pengusaha menengah hingga pedagang kecil soal kondisi ekonomi yang terasa “makin sulit” pada 2026 muncul di tengah kombinasi tekanan global dan persoalan biaya di dalam negeri. Sejumlah lembaga internasional memang masih memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% pada 2026, tetapi berbagai risiko dinilai menahan laju permintaan, investasi, dan margin usaha.
Bank Dunia dalam rilis Indonesia Economic Prospects edisi Desember 2025 menyebut ekonomi Indonesia tetap resilien dan memproyeksikan pertumbuhan bertahan “sekitar level” 2025 hingga 2026–2027, ditopang investasi dan kinerja net ekspor. Namun, Bank Dunia juga menyoroti tantangan pasar kerja dan kesejahteraan rumah tangga: penciptaan kerja banyak terjadi di sektor bernilai tambah rendah, dan upah riil disebut menurun rata-rata 1,1% per tahun pada periode 2018–2024.
Kondisi semacam ini dapat membuat konsumsi terasa tidak sekuat angka pertumbuhan makro yang pada akhirnya dirasakan pedagang sebagai perputaran barang yang lebih ketat.
Baca Juga:
Pos terkait
Rupiah Melemah ke Rp 16.995 per Dollar AS akibat Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Waduh! Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 119 Ribu, Daging Ayam & Bawang Ikutan ‘Pedas’
Layanan Bank Mandiri Cabang Jalan Orang Kayo Pingai Kembali Beroperasi Normal Hari Ini
Catat! Jadwal Operasional BI dan Perbankan Selama Libur Lebaran 2026
Pasar Keuangan RI Berdarah! Rupiah Nyaris Tembus Rp17.000 per Dollar AS
Harga Minyak Dunia Akhirnya Turun, Intervensi AS dan Minyak Rusia Jadi Pemicu
PT Portalone Lintas Media
Jl Mangkubumi GG. Nusa Indah No. 17
Jambi, Indonesia 36145
Telepon: 082120411981
Email: portalone.id@gmail.com
Copyright © 2026 Portalone.net All Right Reserved.






