Inflasi 2026 Diproyeksi Melandai, BI–Pemerintah Diminta Tetap Waspada pada Risiko Pangan, Energi, dan Tarif

Tampak salah satu pusat Perbelanjaan di Jakarta Sepi Pengunjung, Aktivitas Belanja Menurun.

Portalone.net – Sejumlah lembaga internasional memproyeksikan laju inflasi global terus mereda pada 2026, namun risiko kenaikan harga dinilai masih membayangi seiring ketegangan dagang, ketidakpastian kebijakan, serta potensi guncangan pangan dan energi.

Dana Moneter Internasional (IMF) dalam pembaruan World Economic Outlook menyebut inflasi global diperkirakan terus turun pada 2026 dibandingkan 2025, meski lintas negara tidak seragam dan tekanan harga di beberapa ekonomi utama dapat mereda lebih lambat. Sinyal pelonggaran inflasi juga tercermin pada proyeksi OECD, yang memperkirakan inflasi rata-rata di negara-negara OECD turun ke sekitar 3,0% pada 2026 setelah 3,8% pada 2025.

Bacaan Lainnya

Dari sisi risiko, Bank Dunia menilai perekonomian global menunjukkan ketahanan, tetapi menghadapi “hambatan” baru dari meningkatnya ketegangan dagang dan ketidakpastian kebijakan.

Baca Juga:  OJK Periksa Ketahanan Siber Seluruh BPD Usai Kasus Peretasan BI-FAST

Dalam ringkasan eksekutif Global Economic Prospects edisi Januari 2026, Bank Dunia menyebut inflasi di banyak negara telah moderat mendekati sasaran bank sentral, namun tetap ada risiko “kejutan inflasi” bila tensi dagang meningkat, hambatan bertambah, atau sentimen pasar keuangan memburuk. UNCTAD juga menyatakan inflasi global diproyeksikan turun ke 3,1% pada 2026, tetapi tekanan biaya hidup berlanjut, terutama dari komponen pangan, energi, dan perumahan.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *