Arab Saudi Kecewa AS Pindahkan Sistem Pertahanan Udara demi Lindungi Israel

Serangan Iran ke distrik di Doha, Qatar. (AFP)

Portalone.net – Arab Saudi dilaporkan merasa keberatan dengan keputusan Amerika Serikat (AS) yang menarik sejumlah sistem pertahanan udara dari kawasan Timur Tengah demi memperkuat perlindungan bagi Israel.

Seorang pejabat Saudi yang enggan disebutkan namanya menilai langkah Washington tersebut membuat negara-negara Teluk, yang menampung pangkalan militer AS, berada dalam posisi yang rentan terhadap ancaman serangan dari Iran.

“AS meninggalkan kami dan mengalihkan pertahanan udaranya untuk melindungi Israel. Mereka membiarkan negara-negara Teluk menghadapi potensi serangan Iran,” ujar pejabat tersebut sebagaimana dikutip dari News 18, Selasa (3/3/2026).

Ketegangan di kawasan kian memanas setelah Qatar dan Arab Saudi melaporkan adanya upaya serangan udara pada Senin (2/3/2026). Kedua negara mengklaim berhasil mencegat sejumlah drone (pesawat nirawak) milik Iran yang menargetkan pangkalan militer AS.

Berdasarkan laporan AFP, Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan dua unit drone Iran menyasar infrastruktur vital negara tersebut, yakni:

  • Pembangkit Listrik Mesaieed: Satu drone diarahkan ke tangki air di wilayah selatan Doha.

  • Fasilitas Energi Ras Laffan: Unit lainnya menargetkan pusat produksi gas alam cair (LNG) di pesisir utara Qatar.

Beruntung, otoritas setempat memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan yang menargetkan pusat pemerintahan Israel.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Fars, IRGC mengeklaim telah menyerang kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu serta markas komandan Angkatan Udara Israel.

“Kantor perdana menteri kriminal rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim tersebut telah menjadi sasaran,” tulis pernyataan resmi Garda Revolusi.

Latar Belakang: Operasi “Epic Fury” AS

Ketegangan ini merupakan buntut dari operasi militer besar-besaran yang diluncurkan AS terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Operasi yang diberi sandi Operation Epic Fury tersebut menyasar sejumlah titik strategis di Iran, termasuk:

  1. Situs peluncuran rudal.
  2. Pangkalan Angkatan Laut.
  3. Area di sekitar kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Langkah AS yang kini lebih fokus memprioritaskan pertahanan Israel di tengah aksi balasan Iran inilah yang memicu kekecewaan di kalangan sekutu lama AS di Teluk, khususnya Arab Saudi.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini