Portalone.net – Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi dan manajemen risiko untuk menghadapi berbagai skenario ekstrem, termasuk potensi terburuk dalam hubungan bilateral dengan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut mencuat menyusul ketegangan diplomatik yang dipicu oleh kebijakan proteksionis Washington serta retorika kontroversial Presiden AS Donald Trump terhadap kedaulatan Kanada.
Dalam wawancara dengan The New York Times pada awal Oktober yang dikutip dari Politico, Carney menegaskan bahwa langkah pengamanan tersebut murni merupakan bentuk kehati-hatian strategis seorang pemimpin negara.
“Itu hanyalah manajemen risiko. Itu bukan skenario dasar, tetapi akan menjadi tindakan yang tidak bertanggung jawab jika tidak mempertimbangkannya,” ujar Carney, meski enggan merinci lebih jauh persiapan teknis militer maupun pertahanan yang dimaksud. Kantor Perdana Menteri Kanada sendiri belum memberikan komentar resmi tambahan terkait hal tersebut.
Di tengah dinamika keamanan tersebut, fokus utama Ottawa saat ini tetap berada pada jalur ekonomi dan perdagangan. Carney menyatakan optimismenya bahwa Kanada dan Amerika Serikat masih dapat mencapai titik temu dan menyelesaikan sengketa dagang melalui dialog konstruktif.
Hubungan kedua negara tetangga ini kerap diuji sejak pemerintahan AS di bawah Trump memberlakukan tarif impor tinggi terhadap produk asal Kanada sebuah instrumen tekanan yang kerap digunakan Washington untuk mendisiplinkan negara mitra. Kendati demikian, Carney menilai komunikasi langsung dengan Trump tetap berjalan secara efektif.
“Dari sudut pandang saya, kami memiliki hubungan yang baik dalam artian kami bisa saling menghubungi melalui telepon untuk membahas berbagai masalah. Dia lugas. Saya juga lugas dalam hal posisi masing-masing. Cara itu jauh lebih efisien, dan Anda tahu bahwa hubungan itu ada dan akan terus ada,” ungkap Carney.
Ketegangan antara kedua sekutu tradisional ini kian memanas menyusul serangkaian pernyataan provokatif dari Gedung Putih. Sebelumnya, Donald Trump sempat melontarkan komentar kontroversial melalui platform Truth Social pada Februari tahun lalu, yang menyarankan agar Kanada bergabung menjadi “negara bagian ke-51” Amerika Serikat dengan iming-iming pembebasan tarif dan perlindungan militer.
Ancaman tekanan ekonomi berupa tarif impor tinggi serta retorika pencaplokan ini memaksa Ottawa untuk mengambil sikap ganda: menjaga ruang diplomasi tetap terbuka di meja perundingan, sekaligus memperketat kalkulasi risiko strategis demi melindungi kedaulatan nasional.
