Ancaman Udara Houthi Picu Siaga Satu hingga Respons Tegas Mesir

Ibu kota Riyadh, Arab Saudi, menyusul peningkatan eskalasi ancaman keamanan regional.

Portalone.net – Ibu kota Arab Saudi, Riyadh, dikejutkan oleh gelombang kepanikan pada Minggu (18/10) dini hari. Ponsel jutaan penduduk secara serentak menerima peringatan siaga darurat berisi instruksi “ancaman udara yang berbahaya”, yang memaksa warga untuk segera menjauhi pintu dan jendela di tengah keheningan malam.

Mengutip laporan AFP, peringatan berstatus siaga satu tersebut sempat memicu ketegangan luar biasa sebelum akhirnya dicabut oleh pihak berwenang beberapa menit kemudian. Namun, alarm darurat di layar gawai tersebut menegaskan eskalasi nyata, gempuran rudal dan drone yang diluncurkan kelompok Houthi dari Yaman kini semakin mendekati jantung pemerintahan serta pemukiman sipil Kerajaan Arab Saudi.

Rentetan ancaman udara yang berulang ini langsung melumpuhkan sejumlah aktivitas publik dan memicu reaksi internasional. Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya lanjutan, Kementerian Pendidikan Arab Saudi secara resmi mengumumkan perpanjangan kebijakan pembelajaran jarak jauh (online) bagi seluruh pelajar di wilayah Riyadh dan Diriyah.

Tidak hanya sektor pendidikan, ketegangan keamanan ini turut menggoyang sektor transportasi udara. Sejumlah kedutaan besar negara asing di Riyadh menerbitkan imbauan keselamatan mendesak bagi warganya, termasuk saran untuk menghindari fasilitas bandara di Arab Saudi di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Mendesaknya situasi keamanan di kawasan Teluk menarik perhatian negara-negara sekutu. Mesir, sebagai salah satu kekuatan utama dalam koalisi, menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan militer penuh guna membentengi pertahanan Arab Saudi.

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan bahwa negaranya siap mengambil tindakan tegas apabila ada permintaan resmi dari pemerintah Riyadh. Kendati demikian, ia meluruskan bahwa fokus Kairo murni untuk misi pertahanan, bukan eskalasi ofensif.

“Saya tidak berbicara tentang berperang melawan siapa pun atau menyerang siapa pun. Kami hanya berbicara tentang pertahanan,” ujar Sisi menegaskan, seraya menambahkan bahwa sangat “tidak terbayangkan” bagi Mesir untuk berdiam diri melihat stabilitas Arab Saudi terancam.

Di garda depan pertempuran, intensitas militer kian meningkat tajam. Militer Arab Saudi melaporkan sukses mencegat serta menghancurkan empat drone dalam beberapa jam terakhir, yang disebar di wilayah Riyadh, Provinsi Timur, hingga wilayah Selatan.

Di sisi lain, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa pasukan koalisi Saudi telah melancarkan 53 serangan udara ke wilayah Yaman dalam kurun waktu 24 jam terakhir, yang diklaim memicu banyak korban jiwa dan luka-luka. Situasi keamanan regional kini berada di ambang titik didih, menuntut kewaspadaan tinggi dari komunitas internasional.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan