Trump Akui Perang Iran Picu Kekalahan Republik di Pemilu Sela AS

Partai Republik Pimpinan Presiden Donald Trump Telak Dihajar di Pemilu Paruh Waktu, Selasa (3/11). (Foto: Al Drago/Getty Images)

Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa kekalahan telak Partai Republik dalam pemilihan umum paruh waktu (midterm elections) turut dipicu oleh keputusannya melancarkan perang terhadap Iran.

Pengakuan langka tersebut disampaikan Trump dalam wawancara via telepon bersama Fox News Democracy 26, Selasa (3/11). Dalam kesempatan itu, Trump awalnya memberikan ucapan selamat atas kemenangan Partai Demokrat yang berhasil merebut kendali Kongres.

“Yah, saya akan katakan ini: selamat kepada Partai Demokrat. Mereka melakukannya dengan baik,” ujar Trump, sebagaimana dikutip dari AFP.

“Mereka telah menantikan momen ini selama 11 tahun, dan akhirnya mereka mendapatkannya. Namun, saya tidak menganggap ini sebagai masalah… Saya bisa bekerja sama dengan mereka dalam banyak hal,” imbuhnya. Kendati demikian, Trump menegaskan bahwa ia tetap siap menggunakan hak vetonya apabila terjadi kebuntuan legislatif dengan kubu Demokrat di Kongres.

Perseteruan politik antara Gedung Putih dan Demokrat salah satunya berakar dari kebijakan intervensi militer Trump terhadap Iran. Sejak awal, para kader Partai Demokrat secara konsisten menentang perang tersebut dengan argumen bahwa anggaran masif yang digelontorkan seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan domestik yang lebih mendesak, seperti layanan kesehatan dan pendidikan publik.

Penolakan tersebut ternyata tidak hanya datang dari politisi oposisi, melainkan juga mencerminkan gelombang ketidakpuasan luas di tengah masyarakat Amerika. Berbagai lembaga survei mencatat bahwa kebijakan luar negeri tersebut tidak populer di mata warga AS, terutama akibat dampak ikutan berupa lonjakan harga minyak dunia yang membebani ekonomi rumah tangga.

Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Trump tak menampik bahwa konflik berkepanjangan dengan Teheran membawa pengaruh negatif terhadap perolehan suara partainya.

“Menurut saya, salah satu faktornya adalah Iran, tetapi pada saat yang sama, masyarakat memahami pentingnya langkah-langkah yang telah saya ambil terkait Iran,” ucap Trump membela diri.

Berdasarkan hasil proyeksi penghitungan suara yang dirilis oleh The New York Times, Partai Republik mengalami kemunduran signifikan di parlemen. Di Senat, Partai Republik diproyeksikan hanya meraih 44 kursi, tertinggal jauh dari Partai Demokrat yang mengamankan 54 kursi.

Situasi serupa terjadi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di mana Partai Republik diperkirakan hanya mengantongi sekitar 139 kursi, sementara Demokrat mendominasi dengan perolehan 228 kursi.

Kemenangan telak Partai Demokrat pada pemilu sela kali ini kian mencolok setelah mereka mampu menembus basis-basis tradisional Partai Republik, termasuk mencatatkan kemenangan historis di negara bagian konservatif seperti Kansas dan Texas.

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan