Portalone.net – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan bangsa saat ini menghadapi bentuk ancaman yang kian kompleks dan tidak lagi sebatas konflik fisik konvensional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan amanat dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10).
Di hadapan ribuan prajurit, Presiden menyoroti situasi geopolitik global yang penuh gejolak dan ketidakpastian. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar senantiasa siaga menghadapi dinamika ancaman yang dapat berubah menjadi nyata kapan saja.
“Sekarang, ancaman tidak hanya fisik. Kita bisa diserang, dan sudah mulai diserang melalui siber, melalui disinformasi, melalui berita-berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, yang selalu ingin Indonesia gaduh,” ujar Prabowo.
Selain perang informasi dan siber, Presiden juga membeberkan adanya gangguan nyata terhadap sektor perekonomian nasional serta maraknya aksi penyelundupan yang merugikan negara. Menurutnya, tindakan illegal tersebut merupakan bentuk ancaman serius terhadap kedaulatan dan kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
“Ekonomi kita diganggu, kekayaan kita dicuri. Penyelundupan adalah ancaman terhadap bangsa Indonesia. Penyelundupan keluar, kekayaan kita kalau dicuri itu adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam, narkotika, adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” tegasnya.
Melihat spektrum ancaman yang kian bergeser ke ranah non-konvensional, Presiden Prabowo menginstruksikan institusi TNI untuk terus adaptif, memperkuat kapasitas, serta menguasai teknologi pertahanan modern.
“Karena itu TNI harus terus menyesuaikan diri, belajar, belajar, belajar, dan berlatih, berlatih, berlatih. Masa damai adalah persiapan menghadapi ancaman yang paling buruk sekalipun,” pungkasnya.
