Portalone.net – Tekanan ekonomi global terhadap Iran terus meningkat di bawah arahan Departemen Keuangan Amerika Serikat. Langkah-langkah strategis ini menargetkan sektor penerbangan dan perbankan internasional Iran guna memperketat isolasi terhadap Teheran.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan delegasi khusus lintas negara untuk memastikan penegakan sanksi ekonomi. “Atas arahan saya, tim-tim dikirim ke seluruh dunia untuk berinteraksi dengan berbagai negara dan menuntut tindakan terhadap rezim Iran,” ujar Bessent melalui akun resminya di platform X, Sabtu (26/9). Ia menegaskan bahwa upaya diplomasi sanksi tersebut kini mulai membuahkan hasil nyata.
Pembatasan Penerbangan dan Blokade Perbankan
Dampak dari tekanan diplomatik tersebut terlihat jelas dari langkah sejumlah negara tetangga Iran:
-
Turki dan Oman: Menghentikan penerbangan masuk dari maskapai swasta Iran, Mahan Air.
-
Uni Emirat Arab (UEA): Menghentikan seluruh penerbangan dari maskapai asal Iran, memutus jalur vital ke Dubai yang selama ini menjadi pusat perdagangan, komunitas, dan bisnis utama warga Iran.
-
Sektor Perbankan: Bank sentral UEA secara resmi memblokir transaksi masuk dan keluar cabang Bank Melli Iran atas tuduhan pelanggaran aturan pencucian uang dan pendanaan terorisme. Sementara itu, Turki turut mencabut izin operasional Bank Mellat.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal, Asisten Sekretaris Departemen Keuangan untuk Pendanaan Terorisme, Jonathan Burke, memimpin langsung misi diplomatik selama dua minggu ke Timur Tengah dan Eropa. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar Washington untuk mewujudkan apa yang disebut sebagai “Hari-H ekonomi” bagi Teheran, hasil diskusi intensif dengan lebih dari 50 negara.
Kendati Menteri Keuangan AS menargetkan penutupan total seluruh maskapai Iran di kancah global, implementasinya menghadapi tantangan di lapangan. Sejumlah maskapai berukuran lebih kecil masih mempertahankan rute internasional, terutama ke China yang secara terbuka menolak tunduk pada tekanan sanksi sepihak Washington.
Selain itu, laporan Gulf News menyoroti penggunaan maskapai penerbangan khusus VIP asal Iran, Ashianeh. Maskapai yang tidak melayani penerbangan komersial publik ini menjadi andalan para pejabat tinggi Iran, termasuk delegasi kenegaraan. Minimnya paparan sanksi internasional pada maskapai ini menunjukkan kompleksitas Washington dalam menutup seluruh celah mobilitas internasional pejabat Iran.
