Aktivitas Vulkanik Meningkat, Gunung Ili Lewotolok dan Anak Krakatau Alami Erupsi Beruntun

Gunung Anak Krakatau dan Ili Lewotowok Meletus. (ANTARA FOTO)

Portalone.net – Dua gunung api aktif di Indonesia, yakni Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, dilaporkan mengalami serangkaian erupsi dengan intensitas bervariasi sepanjang akhir pekan, Minggu (6/9).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta pos pemantauan setempat meningkatkan kewaspadaan menyusul aktivitas vulkanik yang masih berlangsung secara fluktuatif.

Aktivitas Gunung Ili Lewotolok

  • Letusan Pukul 21.37 WITA: Gunung Ili Lewotolok kembali meletus pada Minggu malam setelah serangkaian aktivitas sejak pagi hari.

  • Aktivitas Pagi Hari: Letusan pertama tercatat pukul 06.11 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 400 meter di atas puncak, bergerak ke arah barat dengan durasi 40 detik.

  • Letusan Terkuat: Erupsi terkuat dalam 48 jam terakhir terjadi pukul 06.41 WITA, dengan kolom abu teramati menjulang hingga 2.023 meter di atas permukaan laut.

  • Zona Bahaya: Petugas Pos Pemantauan Gunung Api Ili Lewotolok, Khairul Imam Tarmizi, menetapkan zona larangan beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah aktif, serta diperluas hingga 3 km pada sektor selatan dan tenggara.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau

  • Status Terkini: Gunung Anak Krakatau berada pada Status Level III (Siaga).

  • Erupsi Minggu Malam: Erupsi terjadi pada pukul 20.23 WIB, terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 58 mm berdurasi 44 detik, meski tinggi kolom abu tidak teramati secara visual.

  • Rangkaian Aktivitas: Sebelumnya, gunung ini mengalami erupsi menerus disertai suara gemuruh, dentuman, dan lontaran lava sejak 4 September 2026 pukul 23.00 WIB, yang sempat mereda pada Minggu dini hari pukul 00.04 WIB sebelum kembali meletus malam harinya.

  • Zona Rekomendasi: Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang mendekati kawah aktif atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer.

Otoritas terkait mengimbau masyarakat di sekitar wilayah terdampak untuk tetap tenang, mematuhi seluruh rekomendasi resmi dari Badan Geologi, serta menggunakan masker guna menghindari potensi gangguan saluran pernapasan akibat sebaran abu vulkanik.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan