Portalone.net – Argentina sekali lagi membuktikan mengapa mereka adalah sang juara bertahan. Dalam sebuah drama yang akan dikenang sebagai salah satu comeback paling ikonik di Piala Dunia FIFA 2026, pasukan Lionel Scaloni sukses membalikkan keadaan di menit-menit krusial untuk menaklukkan Inggris 2-1 dan memastikan tiket ke partai puncak kontra Spanyol, Minggu mendatang.
Di hadapan publik Atlanta yang menahan napas, Lionel Messi kembali menunjukkan tajinya sebagai dirijen lapangan. Meski sempat tertinggal oleh gol Anthony Gordon pada menit ke-55, dua assist magis dari sang kapten bagi Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez di pengujung laga memaksa Inggris mengubur mimpi final pertama mereka dalam 60 tahun terakhir.
Laga ini sejak awal terasa seperti catur tingkat tinggi. Ketegangan menyelimuti lapangan, di mana kedua tim bermain penuh hormat dan sangat hati-hati. Tercatat hingga menit ke-33, hampir tidak ada ancaman nyata. John Stones sempat memberikan sinyal bahaya melalui sundulan yang melebar, yang dibalas dengan sepakan keras Enzo Fernandez yang masih melambung tipis di atas mistar.
Inggris Sempat di Atas Angin
Memasuki babak kedua, tempo permainan mulai meningkat. Julian Alvarez hampir membuka keunggulan sebelum Jordan Pickford melakukan penyelamatan kelas dunia di tiang dekat. Namun, nasib berkata lain. Inggris justru mencuri keunggulan lewat skema serangan balik nan tajam. Umpan silang mendatar dari Morgan Rogers disambar dengan presisi oleh Anthony Gordon yang memenangi duel fisik melawan Nahuel Molina. 1-0 untuk The Three Lions.
Inggris, di bawah arahan Thomas Tuchel, sempat tampil solid saat Djed Spence melakukan tekel penyelamatan krusial untuk menggagalkan Giuliano Simeone. Namun, pertahanan rapat Inggris perlahan mulai retak di bawah gempuran tiada henti dari sang juara dunia.
Sentuhan Akhir sang Legenda
Saat waktu terus menipis dan tiang gawang seolah menjadi musuh bagi Argentina setelah sundulan Alexis Mac Allister menghantam mistar Messi mengambil alih kendali.
Berawal dari skema sepak pojok pendek, Messi dengan dingin mengirim bola kepada Enzo Fernandez. Tanpa ragu, Fernandez melepaskan roket dari luar kotak penalti yang menghujam deras ke sudut kanan gawang Pickford. Skor imbang 1-1, stadion bergemuruh.
Drama belum usai. Saat laga memasuki masa injury time dan tensi mencapai titik didih, Messi kembali membuktikan sentuhan emasnya. Umpan silang kaki kanannya yang terukur menemukan Lautaro Martinez di tiang jauh. Dengan tenang, Martinez menyontek bola ke dalam gawang, merobek jala Inggris sekaligus menghancurkan hati para pendukung The Three Lions.
Kemenangan dramatis ini membawa Argentina ke final Piala Dunia ketujuh mereka. Bagi Lionel Scaloni, ini adalah langkah terakhir untuk mempertahankan mahkota dunia. Pertarungan Minggu nanti melawan Spanyol bukan sekadar laga perebutan trofi, melainkan bentrokan antara dua raksasa yang siap menuliskan bab baru dalam sejarah sepak bola dunia.
Inggris harus pulang dengan tangan hampa, namun dunia telah menyaksikan betapa tipisnya batas antara kejayaan dan kekecewaan di panggung tertinggi sepak bola.
