Dubes RI untuk Korsel Ungkap Kendala Akses Bebas Visa bagi WNI

Ilustrasi Passport Indonesia.

Portalone.net – Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, membeberkan tantangan signifikan dalam upaya memperjuangkan kebijakan bebas visa bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin memasuki Korea Selatan.

Dalam acara Indonesian Next-Generation Journalist Network yang diselenggarakan oleh Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) di KBRI Seoul, Selasa (9/6), Cecep menekankan bahwa aspek kepatuhan menjadi kunci utama dalam negosiasi diplomatik ini.

Menurut Cecep, meskipun KBRI terus mendorong kemudahan akses masuk, terdapat hambatan serius terkait penyalahgunaan fasilitas oleh oknum tertentu. Ia menyoroti fenomena maraknya WNI yang melanggar aturan imigrasi dengan menetap secara ilegal di Korea Selatan setelah memanfaatkan celah kebijakan yang ada.

“Kami terus didesak untuk mengusahakan bebas visa. Namun, faktanya, setiap kali ada kelonggaran, selalu ada oknum yang memanfaatkannya untuk melarikan diri dan menjadi migran ilegal. Ini adalah tantangan nyata bagi kita,” ujar Cecep.

Sebagai langkah awal, pemerintah Korea Selatan sebenarnya telah memberlakukan kebijakan bebas visa bagi WNI yang masuk dalam rombongan minimal tiga orang dengan masa kunjungan maksimal 15 hari. Kebijakan ini baru saja diluncurkan pada 28 Mei lalu.

Sayangnya, implementasi kebijakan ini langsung menghadapi kendala di lapangan. Cecep mengungkapkan adanya insiden wisatawan yang menyalahgunakan izin tersebut segera setelah tiba di Korea.

“Baru diluncurkan 28 Mei, sudah ada yang hilang. Mendarat di Incheon, lalu kabur dari rombongannya. Hal-hal inilah yang merusak kepercayaan,” tegasnya.

Share WhatsApp
×

Apresiasi Spesial

Dukungan Anda sangat berarti bagi kami. Terima kasih telah mengapresiasi kerja keras jurnalis Portalone.net dalam menyajikan berita yang aktual, berimbang, dan terpercaya.

Pilih Nominal:

Catatan Penting: Tulisan ini dilindungi oleh hak cipta. Dilarang keras mengambil, menyalin, atau menyebarluaskan isi tulisan tanpa persetujuan tertulis dari media atau penulis.

Komentar (0)

Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.

💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.

😀 😂 😍 🙏 👍 🔥 🎉 😢

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Registrasi Diperlukan

Silahkan daftar untuk bergabung dalam diskusi.

Sudah punya akun? Login di sini

Tinggalkan Balasan