Portalone.net – Ajang Piala Dunia 2026 akan menjadi hajatan terbesar kompetisi olahraga sepak bola dalam sejarah Piala Dunia dengan melibatkan 48 negara pesertanya. Piala Dunia 2026 selain menjadi ajang bagi para pemain terbaik dunia untuk berkompetisi, perhelatan ini juga menjadi panggung bagi pelatih-pelatih papan atas yang yang bertabur prestasi untuk dapat dipercaya memimpin tim nasional yang menjadi tanggung jawab.
Menariknya, sejumlah federasi sepak bola negara peserta Piala Dunia 2026 rela mengeluarkan dana tak murah untuk mendatangkan pelatih dengan kurikulum pengalaman dan prestasi kelas dunia. Angka nilai kontrak yang diterima para pelatih tersebut bahkan mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
Berikut daftar 5 (lima) pelatih tim nasional peserta turnamen dengan bayaran tertinggi di Piala Dunia 2026.
1. Carlo Ancelotti (Brasil) – dengan gaji Rp199,8 Miliar per Tahun
Nama Carlo Ancelotti menempati posisi pertama. Pelatih asal Italia itu merupakan salah satu pelatih paling sukses di kancah sepakbola Eropa. Sukses meraih berbagai prestasi bersama klub-klub top papan atas Eropa, Carlo Ancelotti kini menghadapi tantangan baru bersama Timnas Brasil yang tengah memburu misi sulit memburu gelar keenam. Karier kepelatihannya dimulai pada pertengahan 1990-an sebelum mencapai puncak bersama sejumlah klub besar seperti AC Milan, Chelsea, Paris Saint-Germain, Bayern Munchen, dan Real Madrid.
Carlo Ancelotti tercatat sebagai pelatih pertama yang berhasil menjuarai lima liga top Eropa yaitu di Italia, Inggris, Prancis, Jerman, dan Spanyol. Prestasi paling gemilangnya adalah keberhasilan meraih lima trofi Liga Champions UEFA, dua bersama AC Milan dan tiga bersama Real Madrid.
2. Thomas Tuchel (Inggris) – dengan gaji Rp.122,4 Miliar per Tahun
Pelatih asal Jerman ini dikenal dengan pendekatan taktis yang terperinci detail dan fleksibel. Kariernya sebagai pelatih melambung saat menangani Borussia Dortmund di Bundesliga sebelum melanjutkan petualangan bersama Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munchen.
Meski sempat mendapatkan penolakan saat penunjukannya menjadi pelatih timnas Inggris, yang dianggap melanggar tradisi The Three Lions (julukan Timnas Inggris) dilatih oleh pelatih asli Inggris di setiap Piala Dunia dan negara asalnya Jerman adalah musuh bebuyutan Inggris di setiap ajang Piala Dunia.
Puncak prestasinya Thomas Tuchel terjadi ketika membawa Chelsea menjuarai Liga Champions UEFA pada musim 2020/2021 setelah mengalahkan Manchester City di babak final. Selain Liga Champions, Tuchel juga memenangkan Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA bersama Chelsea.
Federasi Sepak Bola Inggris menaruh harapan besar kepada Thomas Tuchel untuk mengakhiri penantian panjang The Three Lions (julukan Timnas Inggris) yang terakhir kali menjadi juara dunia pada tahun 1966. Impian Football is Coming Home akankah benar terwujud?
3. Mauricio Pochettino (Amerika Serikat) – dengan gaji Rp.109,59 Miliar per Tahun
Tuan rumah Piala Dunia 2026 Amerika Serikat mempercayakan kursi pelatih kepada Mauricio Pochettino, dimana pelatih asal Argentina itu dikenal luas berkat keberhasilannya membangun tim yang kompetitif bersama Tottenham Hotspur di Liga Inggris.
Di bawah kepelatihannya, Tottenham Hotspur mampu menembus final Liga Champions UEFA tahun 2019, pencapaian terbaik dalam sejarah klub tersebut berdiri.
Mauricio Pochettino kemudian melatih Paris Saint-Germain dan berhasil mempersembahkan gelar Ligue 1 Prancis dan juga sempat menangani Chelsea sebelum menerima tantangan menukangi tim nasional Amerika Serikat untuk mengikuti ajang Piala Dunia 2026.
Dengan status sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, harapan terhadap Mauricio Pochettino sangat tinggi, dimana sang pelatih diharapkan mampu membawa Amerika Serikat melangkah jauh di hadapan pendukung sendiri.
4. Julian Nagelsmann (Jerman) – dengan gaji Rp.101,79 Miliar per Tahun
Nama Julian Nagelsmann menjadi representasi generasi baru jajaran pelatih elite dunia. Paling muda di antara para pesaingnya, Julian Nagelsmann dalam karir kepelatihannya sudah pernah menangani klub-klub besar seperti Hoffenheim, RB Leipzig, dan terakhir Bayern Munchen.
Ia dikenal sebagai pelatih yang berani bereksperimen dengan berbagai taktik permainan modern yang enak ditonton. Bersama Bayern Munchen, Julian Nagelsmann berhasil meraih gelar Bundesliga Jerman. Sementara bersama Timnas Jerman, ia mulai membangun fondasi baru dengan pemain-pemain muda setelah kegagalan Die Mannschaft (julukan Timnas Jerman) pada beberapa turnamen besar sebelumnya.
Jerman berharap sentuhan taktis Julian Nagelsmann mampu mengembalikan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia dan meraih gelar kelimanya dalam kompetisi ini.
5. Fabio Cannavaro (Uzbekistan) – dengan gaji Rp.84,83 Miliar per Tahun
Nama Fabio Cannavaro menjadi kejutan dalam daftar ini, dimana legenda sepak bola Italia ini yang pernah menjadi peraih Ballon d’Or 2006 dipercaya memimpin Timnas Uzbekistan yang untuk pertama kalinya tampil di ajang Piala Dunia.
Karier kepelatihan Fabio Cannavaro berkembang terutama di Benua Asia, dimana ia pernah menangani sejumlah klub besar di Liga Tiongkok dan sukses mempersembahkan gelar Liga Super Tiongkok bersama Guangzhou Evergrande.
Meskipun rekam jejak kepelatihannya belum setenar karier bermainnya, pengalaman internasional dan sosok Cannavaro menjadi modal berharga bagi Uzbekistan untuk bersaing di panggung dunia. Kehadirannya juga menunjukkan semakin besarnya investasi federasi-federasi sepak bola Asia dalam membangun tim nasional yang kompetitif.
Besarnya gaji para pelatih tersebut diatas mencerminkan tingginya ekspektasi dari setiap negara peserta yang dihadapi setiap negara menjelang Piala Dunia 2026. Di level tertinggi sepak bola internasional, keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain, tetapi juga kemampuan kepemimpinan seorang pelatih dalam meracik dan meramu strategi, mengelola ruang ganti pemain dan mengambil keputusan yang tepat pada momen-momen krusial selama pertandingan berlangsung.
