JAMBI, Portalone.net – Keluhan warga terkait pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kota Jambi kian memuncak. Masyarakat meminta PLN untuk mengubah paradigma kerja dari sekadar “pemadam kebakaran” menjadi lebih proaktif dalam pemeliharaan infrastruktur.
Selama ini, warga merasa PLN baru terlihat sibuk melakukan pengecekan dan perbaikan setelah gangguan terjadi dan lampu padam. Pola penanganan yang bersifat reaktif ini dinilai tidak menyelesaikan akar masalah, sehingga pemadaman berulang menjadi “langganan” bagi masyarakat Jambi.
Publik juga menyoroti bahwa manajemen kelistrikan seharusnya mengedepankan langkah preventif (pencegahan) saat kondisi listrik normal, bukan menunggu kerusakan terjadi.
PLN seharusnya tidak menunggu lampu mati baru sibuk mencari penyebabnya. Publik butuh kepastian. Langkah preventif seperti peremajaan jaringan yang sudah tua, pembersihan jalur distribusi dari gangguan pohon, hingga penguatan sistem cadangan harus menjadi prioritas saat lampu masih menyala.
Apa yang Harus Dilakukan?
Beberapa poin krusial yang diharapkan masyarakat untuk segera dibenahi PLN di antaranya:
- Audit Infrastruktur: Melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi trafo dan jaringan kabel yang rentan mengalami gangguan.
- Perencanaan Pemeliharaan Terjadwal: Jika memang ada perbaikan, PLN diminta mengomunikasikan jadwal secara transparan agar warga bisa mengantisipasi, bukan pemadaman mendadak yang merugikan.
- Modernisasi Sistem: Menerapkan teknologi sistem kontrol distribusi yang lebih canggih untuk meminimalisir durasi pemadaman jika terjadi gangguan di titik tertentu.
- Transparansi Informasi: Memberikan respons cepat dan alasan teknis yang jujur kepada pelanggan melalui kanal komunikasi resmi, sehingga tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat.
Masyarakat Jambi tentu tidak ingin terus-menerus dirugikan oleh pemadaman yang tidak terencana. Keandalan listrik bukan lagi sekadar pelayanan, melainkan kebutuhan dasar yang menopang roda ekonomi dan aktivitas sehari-hari warga di “Tanah Pilih Pesako Betuah” ini.
Kini, bola panas ada di tangan PLN. Apakah mereka akan terus berkutat pada pola reaktif, atau mulai berbenah dengan strategi yang lebih matang demi masa depan kelistrikan Jambi yang lebih stabil?
