Portalone.net – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim Presiden China Xi Jinping menawarkan diri untuk membantu meredakan ketegangan di Selat Hormuz. Jalur laut vital tersebut diketahui masih diblokade oleh Iran sejak terlibat perang dengan AS pada 28 Februari lalu.
Momen ini terjadi di sela-sela kunjungan Trump ke Beijing, China, Jumat (15/5/2026). Kunjungan ini dilakukan di tengah rangkaian pembahasan kerja sama perdagangan hingga isu geopolitik antara dua raksasa ekonomi dunia tersebut.
Trump mengungkapkan bahwa Xi Jinping secara terbuka menawarkan bantuan China untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tengah membara.
“Ia ingin melihat Selat Hormuz kembali terbuka dan mengatakan, ‘Jika saya bisa membantu dalam bentuk apa pun, saya ingin membantu,'” kata Trump dalam wawancaranya dengan Fox News di sela-sela kunjungan di Beijing, seperti dikutip dari AFP.
Tak hanya itu, Trump bahkan mengeklaim Xi Jinping memberikan jaminan tegas bahwa China tidak akan mengirimkan peralatan militer guna menyokong Iran dalam perang melawan AS dan Israel.
“Ia mengatakan tidak akan memberikan peralatan militer… ia menyampaikannya dengan sangat tegas,” cetus Trump.
Klaim Kesepakatan Dagang ‘Fantastis’
Selama lawatannya di Negeri Tirai Bambu, Trump juga mengeklaim telah menelurkan sejumlah kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. Ia sesumbar kedua negara berhasil menyelesaikan sejumlah perbedaan krusial yang selama ini sulit disepakati.
“Kami telah membuat beberapa kesepakatan perdagangan fantastis, bagus untuk kedua negara,” ujar Trump saat berada di kompleks Zhongnanhai, Beijing.
“Kami telah menyelesaikan banyak masalah perbedaan yang tidak akan bisa diselesaikan oleh orang lain,” lanjutnya.
Meski tidak merinci seluruh poin kesepakatan dagang tersebut, Trump membocorkan salah satu poin besarnya, yakni mencakup pembelian 200 pesawat Boeing oleh China. Selain itu, Beijing disebut tertarik untuk kembali membeli minyak dan kedelai asal AS—setelah sebelumnya sempat beralih ke Brasil akibat perang dagang.
Sebut China ‘Teman’ dan Xi Jinping ‘Pemimpin Hebat’
Demi memuluskan misi diplomasinya—termasuk mengajak China meredakan situasi di Selat Hormuz—Trump tak segan melontarkan pujian setinggi langit. Ia menyebut Xi sebagai “pemimpin hebat” dan menggambarkan China sebagai “teman”.
Kunjungan hangat ini terbilang menarik, mengingat hubungan Washington dan Beijing selama ini kerap dibayangi persaingan sengit di sektor dagang, teknologi, hingga geopolitik. Selain perdagangan tradisional, dalam pertemuan kali ini kedua negara juga membahas kerja sama di bidang pertanian, penerbangan, hingga kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Di sisi lain, Presiden Xi Jinping menyambut baik kunjungan Trump dan menyebutnya sebagai momentum penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Xi menilai China dan AS kini telah membangun “hubungan bilateral baru” yang lebih stabil dan konstruktif.
Sebagai simbol keharmonisan baru ini, Xi bahkan berjanji akan mengirimkan benih tanaman khas China untuk ditanam langsung di Rose Garden Gedung Putih, Washington.







Komentar (0)
Mari berdiskusi dengan sehat. Hindari kata-kata kasar dan provokasi.
💡 Info: Anda akan diminta untuk registrasi/login singkat saat mengirim komentar. Sesi Anda akan otomatis tersimpan untuk kemudahan berkomentar ke depannya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!